Iran: Draf Kesepahaman dengan AS Rampung, Teheran Tuduh Washington Ubah Posisi
ISTANBUL – Iran menyebut “bagian utama” draf kesepahaman dengan Amerika Serikat telah rampung. Namun, Teheran menuduh Washington menghambat kemajuan lewat perubahan sikap dan tuntutan baru.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan hal itu di televisi pemerintah Iran, Kamis (11/6/2026) malam. Menurutnya, Teheran menolak apa yang disebutnya tuntutan “tidak sah” dari AS selama kontak tidak langsung kedua negara.
“Bagian utama teks kesepahaman sudah selesai,” kata Baghaei. Ia menilai “posisi kontradiktif” Washington mengganggu proses. Dalam beberapa hari terakhir, kata Baghaei, AS mencoba memaksakan “tuntutan yang tidak biasa”.
“Iran tidak akan pernah menyerah pada kondisi yang tidak sah,” tegasnya.
Baghaei menambahkan, jalur diplomatik terdampak tindakan AS yang disebutnya ilegal terhadap Iran. Meski begitu, para mediator tetap aktif.
“Teheran sudah menyampaikan posisi dengan sangat jelas kepada mereka,” ujarnya.
Pernyataan Iran muncul beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan telah membatalkan rencana serangan terhadap Iran. Trump menyebut diskusi dan rincian akhir potensi kesepakatan telah disetujui berbagai pihak regional dan internasional. (Alv)

