Hari Kenaikan Yesus: Gereja yang Diutus Menjadi Saksi Kristus
Ibadah Raya Gereja Misi Injili Indonesia Nehemia, Rejosari, Pekanbaru, Kamis, 14 Mei 2026, dibawakan oleh Pdt. Hotman Simanjuntak, M.Th. Dalam khotbahnya, beliau menyampaikan firman Tuhan dari Kisah Para Rasul 1:1-11 dengan tema, “Yesus Naik, Gereja Diutus.”
Dalam kehidupan orang percaya, sering kali kita mengaku sebagai pengikut Kristus, tetapi belum sungguh-sungguh bergerak untuk melakukan kehendak Tuhan. Iman tidak cukup hanya diucapkan melalui kata-kata, melainkan harus dibuktikan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Tuhan memanggil setiap orang percaya untuk menjadi saksi-Nya di mana pun berada.
Pdt. Hotman Simanjuntak menyampaikan bahwa kenaikan Yesus ke surga bukanlah akhir dari pelayanan-Nya, melainkan awal dari pengutusan gereja untuk menjalankan misi Allah di dunia. Sebelum naik ke surga, Yesus mempersiapkan para murid-Nya agar siap melanjutkan pemberitaan Injil.
Yesus membuktikan bahwa Dia sungguh hidup setelah kebangkitan-Nya. Banyak orang menyaksikan kebangkitan-Nya, sehingga para murid memperoleh keyakinan dan kemenangan iman. Kuasa Tuhan begitu besar dan luar biasa, serta memberikan kepastian akan kehidupan yang kekal bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya.
Selama empat puluh hari setelah kebangkitan-Nya, Yesus memberikan pengajaran kepada para murid mengenai Kerajaan Allah. Masa itu menjadi masa transisi dan persiapan bagi para murid untuk melayani. Demikian juga dengan gereja pada masa kini, Tuhan terus mempersiapkan umat-Nya untuk menjadi pemberita Injil yang setia.
Kenaikan Yesus juga menunjukkan bahwa Dia tidak meninggalkan umat percaya. Peristiwa Yesus terangkat ke surga disaksikan langsung oleh para murid. Kenaikan-Nya menjadi tanda bahwa Yesus memerintah sebagai Raja yang hidup. Hal itu memberikan pengharapan dan kepastian bagi orang percaya bahwa suatu hari kelak mereka juga akan bersama-sama dengan Tuhan di surga.
Selanjutnya, para murid diminta tinggal di Yerusalem untuk menantikan janji Bapa, yaitu pencurahan Roh Kudus. Janji Tuhan pasti digenapi. Sebelum diutus, para murid terlebih dahulu diperlengkapi dengan kuasa Roh Kudus agar mampu menjalankan pelayanan dengan benar.
Beliau juga mengingatkan bahwa gereja tanpa Roh Kudus hanya akan menjadi pekerjaan yang kosong. Karena itu, setiap orang percaya harus hidup taat kepada Tuhan melalui membaca Alkitab, berdoa dengan sungguh-sungguh, dan hidup dipimpin oleh Roh Kudus.
Dalam khotbahnya, beliau menekankan bahwa fokus gereja adalah menjadi saksi Kristus. Yesus mengutus para murid untuk menjadi saksi mulai dari Yerusalem, yaitu keluarga sendiri; kemudian ke Yudea, yaitu lingkungan sekitar dan tetangga; lalu ke Samaria, yaitu kepada orang-orang yang berbeda; hingga ke ujung bumi untuk memberitakan Injil dan mendukung pelayanan misionaris.
Pengutusan berarti tidak berjalan di tempat, tetapi terus bergerak melakukan pekerjaan Tuhan. Di mana pun berada, baik di tempat kerja, sekolah, maupun lingkungan masyarakat, orang percaya dipanggil untuk menjadi saksi Kristus. Keselamatan yang diterima bukan untuk disimpan sendiri, melainkan untuk diberitakan kepada banyak orang.
Beliau juga mengingatkan bahwa Yesus akan datang kembali. Oleh sebab itu, gereja harus tetap setia menjalankan misi dan visi Tuhan. Kesetiaan itu dibuktikan melalui kehidupan yang aktif melayani, memberitakan Injil, dan membawa jiwa-jiwa datang kepada Tuhan.
Sebagai gereja Tuhan, setiap orang percaya dipanggil untuk tetap setia sampai akhir, sebab Tuhan akan datang kembali pada waktu-Nya. Dalam menjalankan tugas sebagai saksi Kristus, umat Tuhan tidak pernah berjalan sendiri, karena Roh Kudus senantiasa menyertai dan memberikan kekuatan kepada setiap orang percaya. Selamat hari kenaikan Yesus Kristus, Tuhan memberkati. (erwin)

