Kebangkitan Kristus Membuka Pengharapan Hidup Baru

Ibadah Raya Gereja Misi Injili Indonesia (GMII) Nehemia, Rejosari, Pekanbaru, Minggu, 10 Mei 2026, dibawakan oleh Pdt. Tioma Sihotang, S.Pd.K. Dalam khotbahnya, beliau menyampaikan firman Tuhan dari Injil Lukas 24:1-12 dengan tema “Kristus Bangkit, Pengharapan Hidup Baru.”

Lukas 24:5-6
“Mengapa kamu mencari Dia yang hidup di antara orang mati? Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit.”

Dalam kehidupan ini, manusia memerlukan pengharapan. Selama masih ada harapan, seseorang akan terus berjuang dan percaya bahwa masih ada jalan keluar. Namun ketika pengharapan hilang, hidup terasa gelap dan seolah tidak memiliki tujuan lagi. Tidak sedikit orang kehilangan semangat hidup karena merasa tidak lagi mempunyai harapan.

Hal inilah yang dialami oleh para murid Tuhan Yesus setelah penyaliban terjadi. Mereka yang sebelumnya melihat berbagai mujizat dan kuasa Tuhan menjadi takut dan kecewa ketika Yesus disalibkan dan mati. Pengharapan mereka seakan kandas. Mereka tidak lagi memahami perkataan Yesus tentang kebangkitan-Nya.

Ketika para perempuan datang ke kubur pada pagi hari, mereka membawa rempah-rempah untuk meminyaki tubuh Yesus. Mereka datang bukan dengan iman bahwa Yesus telah bangkit, melainkan dengan kesedihan mendalam karena menganggap Tuhan mereka telah mati. Hati mereka dipenuhi kehilangan dan kekecewaan.

Namun kubur yang kosong menjadi bukti nyata kuasa Allah. Kebangkitan Kristus menjadi dasar pengharapan baru bagi seluruh manusia. Jika Kristus tidak bangkit, sia-sialah iman percaya orang percaya. Tetapi kenyataannya, Yesus hidup dan menang atas maut.

Berita dari malaikat membawa pengharapan surgawi kepada mereka. Malaikat berkata, “Mengapa kamu mencari Dia yang hidup di antara orang mati?” Kalimat ini menegaskan bahwa Yesus telah menang dari kematian. Sampai hari ini nama Yesus tetap diberitakan karena Dia hidup untuk selama-lamanya.

Pdt. Tioma juga mengingatkan bahwa dalam hidup sering kali manusia mudah lupa akan janji Tuhan, terutama ketika berada dalam kesedihan dan pergumulan. Padahal firman Tuhan penuh dengan pengharapan dan kuasa. Tuhan memiliki rencana yang indah bagi setiap kehidupan orang percaya.

Karena itu, orang percaya harus terus mengingat firman Tuhan. Firman Tuhan memberikan kekuatan, membangkitkan iman, dan menghadirkan pengharapan baru. Jalan yang tertutup pun dapat dibukakan Tuhan. Tugas orang percaya adalah tetap percaya dan tidak ragu terhadap kuasa-Nya.

Selain itu, Kristus yang bangkit juga memanggil setiap orang untuk percaya kepada-Nya. Bahkan para murid yang begitu dekat dengan Yesus sempat menganggap berita kebangkitan itu seperti omong kosong karena mereka belum memahami sepenuhnya perkataan Tuhan. Mereka kehilangan pengharapan ketika melihat Yesus disalibkan dan dikuburkan.

Dari peristiwa ini, jemaat diajak belajar untuk tetap teguh dalam iman. Kebangkitan Yesus bukan sekadar cerita, melainkan kebenaran firman Tuhan yang memberi jaminan kehidupan kekal dan pengharapan baru bagi manusia.

Sebagaimana yang dituliskan oleh Rasul Paulus, Roh Kudus yang membangkitkan Yesus dari kematian juga akan membangkitkan kehidupan orang percaya. Oleh sebab itu, kebangkitan Kristus harus menjadi sumber kekuatan dan pengharapan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Di akhir khotbahnya, Pdt. Tioma mengajak jemaat untuk terus mengingat perkataan-perkataan Tuhan Yesus dan tetap hidup dalam iman kepada Kristus yang telah bangkit, selamat hari Minggu dan Tuhan memberkati. (erwin)