Dari Kebangkitan Menuju Pengutusan: Panggilan Ilahi bagi Setiap Orang Percaya

Gembala Sidang Gereja Misi Injili Indonesia (GMII) Nehemia, Rejosari, Pekanbaru, Pdt. Samuel S.G., M.Th., dalam ibadah raya, Minggu, 3 Mei 2026 menyampaikan
Matius 28:16–20 tentang Kebangkitan yang Membawa Misi.

Tema-tema dalam bulan ini masih seputar kebangkitan. Kebangkitan Yesus bukan hanya memberikan berkat, tetapi juga tanggung jawab. Kebangkitan Yesus memberikan kita tanggung jawab. Kita boleh memberitakan Injil. Tetapi secara manusiawi sering kali kita ingin yang enaknya saja.

Yesus memerintahkan murid-murid-Nya untuk memberitakan Injil. Kebangkitan ini memberikan misi; sejak awal, gereja menerima pengutusan secara estafet untuk memberitakan kabar baik. Sebenarnya, hal ini tidak mudah bagi manusia. Kita menerima tanggung jawab untuk memberitakan misi ini, sebuah pengutusan yang mulia namun penuh tantangan.

Matius 28:7
“Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya, bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu.”

Matius 28:10
“Maka kata Yesus kepada mereka: ‘Jangan takut. Pergilah dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku.’”

Pertama, kesebelas murid berangkat ke Galilea, kembali kepada dasar panggilan (recommitment). Daerah ini (Galilea, red) tidak terbatas sebagai lokasi rohani semata, sebab perjumpaan dengan Yesus sebenarnya bisa terjadi di mana saja. Namun, ada maksud khusus dalam komitmen ulang ini. Di Galilea inilah para murid dipilih dan diteguhkan kembali.

Kita pun, jika ingin dipulihkan dan diteguhkan, harus datang kepada Tuhan. Kita datang beribadah, memuji Tuhan di gereja, supaya kita dipulihkan dan komitmen kita untuk melayani Tuhan diperbarui. Jadi yang pertama adalah ketaatan. Taatlah dalam segala hal. Hiduplah dalam kekudusan agar kita terus menerima anugerah Tuhan.

Kedua, keraguan murid. Hal ini sama dengan keraguan kita. Iman kita sedang diproses. Kepada yang masih ragu dikatakan:
Matius 28:18; “Dan Yesus mendekati mereka dan berkata: ‘Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.’”

Firman ini meneguhkan kita kembali bahwa misi digerakkan oleh otoritas Yesus Kristus. Dalam mengerjakan misi, terkadang kita ragu dan merasa tidak mampu. Itu adalah bentuk keraguan manusiawi. Namun, sesungguhnya ini adalah tanggung jawab kita, bukan tentang siapa kita, melainkan tentang siapa yang mengutus kita. Jika berdasarkan diri kita, kita memiliki banyak kekurangan, tetapi jika berdasarkan kuasa Tuhan, kita dimampukan.

Ketiga, perintah Tuhan Yesus: “Pergilah.” Jadikanlah semua bangsa murid melalui perkataan dan tingkah laku kita sehari-hari.

Matius 28:19; “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.”

Proses belajar firman Tuhan tidak pernah selesai, walaupun kita sudah dibaptis. Kita terus bertumbuh, dibentuk, dan diproses dalam kebenaran firman Tuhan sepanjang hidup kita.

Keempat, janji Tuhan: Matius 28:20; “Dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

“Penyertaan Tuhan ada pada setiap orang yang percaya kepada-Nya. Tuhan menyertai kita sampai akhir zaman, dan Dia akan menolong kita. Janji Tuhan adalah “ya” dan “amin,” sehingga kita tidak perlu takut dalam menjalani panggilan ini,” ajak Pendeta Samuel.

Siapa pun kita, mau tidak mau, kita adalah orang-orang yang dipanggil untuk melakukan Amanat Agung Tuhan Yesus. Setiap orang percaya adalah seorang misionaris. Kita adalah orang-orang yang diutus Tuhan dan memiliki misi. Dunia tempat kita berada saat ini menjadi ladang pelayanan kita, tempat di mana kita menjalankan misi tersebut dengan setia, penuh iman, dan ketaatan. Selamat hari Minggu dan Tuhan Yesus memberkati. (erwin)