Simpan Senjata Lengkap, Pelaku Teror Jamuan Gedung Putih Terancam Dakwaan Tambahan

ISTANBUL – Otoritas federal AS akan menambah dakwaan terhadap Cole Tomas Allen, tersangka penembakan yang menargetkan jamuan makan malam koresponden Gedung Putih, Sabtu lalu. Jaksa AS untuk Distrik Columbia Jeanine Pirro, Senin (27/4/2026) waktu setempat, menegaskan penyelidikan masih berjalan dan bukti kepemilikan senjata pelaku menguatkan unsur perencanaan kekerasan.

“Akan ada dakwaan tambahan seiring penyelidikan ini terus berkembang,” kata Pirro.

Ia menyebut senapan, senjata semi-otomatis, dan sejumlah pisau yang disita dari Allen sebagai bukti niat melakukan serangan.

“Anggapan dia tidak berniat melakukan kekerasan adalah tidak masuk akal,” tegasnya.

Saat ini Allen telah dijerat tiga dakwaan federal, termasuk percobaan pembunuhan terhadap Presiden Donald Trump yang terancam hukuman seumur hidup. Penjabat Jaksa Agung Todd Blanche menambahkan dakwaan lain meliputi pengangkutan senjata api lintas negara bagian serta penggunaan senjata dalam tindak kekerasan, dengan ancaman minimal 10 tahun penjara.

Blanche menilai aparat berhasil menggagalkan rencana serangan. Direktur FBI Kash Patel memuji Dinas Rahasia AS yang menghentikan Allen di pos pemeriksaan Washington Hilton Hotel, lokasi acara.

“Menghentikan serangan besar agar tidak menjadi lebih buruk,” kata Patel.

FBI kini melakukan wawancara dan penggeledahan di California dan Connecticut. Patel memastikan belum ada ancaman kredibel lain terhadap Washington.

Allen, 31, asal California, ditangkap Sabtu setelah mencoba menerobos pos pemeriksaan. Ia tetap ditahan sambil menunggu sidang lanjutan soal penahanan jangka panjang yang dijadwalkan Kamis. (Alv)