Iman yang Dihidupkan oleh Kebangkitan Kristus
Dunia saat ini sering kali menuntut, “lihat dulu baru percaya, buktikan dulu baru percaya.” Inilah yang disebut sebagai pembuktian. Sikap seperti ini juga dialami oleh Tomas salah seorang dari murid Tuhan Yesus. Hal tersebut sangat manusiawi.
Ibadah raya Gereja Misi Injili Indonesia (GMII) Nehemia, Rejosari, Pekanbaru, Minggu 12 April 2026, Pdt. Tioma Sihotang, S.Pd.K menyampaikan firman Tuhan dari Yohanes 20:24–29; Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ. Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: “Kami telah melihat Tuhan!” Tetapi Tomas berkata kepada mereka: “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.”
Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!”
Kemudian Ia berkata kepada Tomas: “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.” Tomas menjawab Dia: “Ya Tuhanku dan Allahku!” Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”
Di luar persekutuan, seseorang akan hidup dalam keragu-raguan. Iman menjadi tidak kokoh. Pada saat itu, Tomas tidak berada di antara murid-murid lainnya. Hal ini menunjukkan pentingnya hidup dalam persekutuan.
Perlu dipahami bahwa kebangkitan bukan sekadar cerita, tetapi memiliki bukti. Kekristenan tidak anti terhadap kritik atau pembuktian. Namun demikian, ada saatnya kita harus belajar menerima dengan iman dan keyakinan, karena tidak selamanya segala sesuatu harus dibuktikan terlebih dahulu.
Yesus mengetahui bahwa Tomas akan ragu, tetapi Ia tidak marah dan tidak menghardik Tomas. Sebaliknya, Tuhan berkata, “Damai sejahtera bagi kamu.” Sebab hati yang gelisah dan penuh keraguan sangat membutuhkan damai sejahtera, agar seseorang dapat kembali percaya.
Pembuktian pun ditunjukkan oleh Tuhan, bahwa Yesus benar-benar bangkit.
Dalam kehidupan kita, sering muncul berbagai keraguan: benarkah Tuhan mendengar doa kita? Oleh karena itu, yang pertama adalah memiliki pengakuan yang jujur. Pengakuan ini menjawab kekecewaan, bahwa sebenarnya Tuhan telah melepaskan manusia dari dosa.
Kadang kita dikecewakan oleh orang lain, sehingga kita menjadi sulit percaya. Demikian juga yang terjadi dalam diri Tomas. Para murid merasa kecewa — bagaimana mungkin Yesus yang berkuasa bisa ditangkap dan disalibkan? Padahal mereka sudah sangat percaya kepada-Nya.
Hati yang kecewa akan sulit menerima, selama belum melihat bukti.
Kita pun pernah mengalami keraguan. Ada tantangan, ada pertanyaan: benarkah Tuhan mendengar doa kita? Tanpa disadari, kita menjadi “Tomas-Tomas” masa kini. Namun ingatlah, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita.
Pada saat-saat sulit, Tuhan sebenarnya menjawab keraguan itu, tetapi terkadang kita mengeraskan hati. Keraguan adalah sifat manusiawi. Namun jika kita jujur, bawalah keraguan itu kepada Tuhan agar iman kita dikuatkan.
“Jangan menjauh dari persekutuan saat kita ragu. Justru dalam persekutuan, kita akan dikuatkan. Allah tidak tinggal diam ketika kita datang kepada-Nya dengan keraguan. Tuhan memulihkan iman yang lemah dan ragu,” ajak Pendeta Tioma.
Yesus hadir di tengah-tengah murid-murid, dan Ia juga hadir di tengah-tengah kita. Yesus mengetahui isi hati Tomas, demikian pula Ia mengetahui isi hati kita. Tuhan tahu setiap keraguan dan pergumulan kita.
Yesus tidak menolak Tomas, melainkan datang kepadanya. Demikian juga dengan kita — jangan menjauh dari Tuhan. Tangan Tuhan selalu terbuka untuk kita.
Tenangkanlah hati. Terimalah damai sejahtera dari Tuhan, maka kita akan mampu melihat karya Tuhan dalam menjawab doa-doa kita.
Akhirnya, Tomas membuat deklarasi iman: “Ya Tuhanku dan Allahku!” Ia mengakui Allah yang hidup dan menyembah-Nya.
Kebangkitan Kristus menghidupkan iman kita. Seharusnya respons kita sama seperti Tomas: “Ya Tuhanku dan Allahku.”
Iman yang dipulihkan oleh kebangkitan akan semakin kokoh dan teguh. Biarlah kita hidup dalam kebenaran firman Tuhan:
“Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya” (Yohanes 20:29). Selamat hari Minggu dan Tuhan Yesus memberkati. (erwin)

