Hari Pramuka ke-65: Sekda Riau Tekankan Karakter sebagai Kompas Penguasaan Teknologi
PEKANBARU — Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, memimpin apel peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 di Halaman Kantor Gubernur Riau, Selasa (18/8/2026). Dalam arahannya, ia menegaskan pentingnya menempatkan karakter sebagai fondasi utama bagi generasi muda dalam menguasai teknologi dan menghadapi dinamika zaman.
Menurutnya, di tengah era kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan arus informasi yang sangat cepat, kecakapan ilmu pengetahuan saja tidaklah cukup. Generasi muda membutuhkan keteguhan sikap, kedisiplinan, serta tanggung jawab moral agar pemanfaatan teknologi berjalan ke arah yang positif dan produktif.
“Teknologi memberikan kemampuan yang semakin besar kepada manusia, tetapi karakterlah yang memberikan arah. Karena itu, penguasaan teknologi harus berjalan bersama dengan etika, tanggung jawab, kepedulian, dan nilai-nilai kebangsaan,” tegas Syahrial.
Syahrial menilai bahwa nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Tri Satya dan Dasa Dharma tetap sangat relevan dan tidak lekang oleh waktu. Prinsip dasar kepramukaan ini berfungsi sebagai filter sekaligus penuntun moral agar anggota Pramuka memiliki integritas yang kokoh di tengah gempuran perubahan sosial dan budaya.
Ia berharap anggota Pramuka tidak sekadar menjadi pengguna teknologi yang mahir, melainkan figur yang bijak dalam menyaring informasi, peduli terhadap sesama, serta siap berkontribusi nyata bagi masyarakat.
Menghadapi kompleksitas tantangan masa kini—mulai dari perubahan iklim, dinamika dunia kerja, hingga ancaman sosial seperti narkotika, perundungan, dan disinformasi—pembinaan Pramuka dituntut untuk semakin adaptif.
Ruang Inovasi: Pramuka harus menjadi wadah pembentukan jiwa kepemimpinan, kerja sama tim, dan kemampuan problem-solving yang tangguh.
Benteng Moral: Lingkungan kepramukaan diharapkan mampu membentengi generasi muda dari pengaruh negatif serta membentuk ketahanan mental yang kuat.
Visi Bangsa: Seluruh pengalaman dan keterampilan yang ditempa dalam kegiatan kepramukaan dipersiapkan untuk melahirkan generasi produktif dan mandiri demi menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Gerakan Pramuka harus hadir sebagai tempat anak-anak muda belajar menjadi pribadi yang kuat, bertanggung jawab, dan mampu mengambil keputusan dengan benar. Kami ingin mereka tumbuh sebagai generasi yang siap menghadapi perubahan tetapi tetap berpegang pada nilai-nilai kepramukaan,” pungkasnya. (Alv)

