Siklon Tropis Hantam Filipina, 5 Juta Warga Terdampak dan 23 Orang Tewas

MANILA — Badan Pertahanan Sipil (OCD) Filipina melaporkan bahwa jumlah korban meninggal dunia akibat fenomena siklon tropis Luis dan Maymay serta angin monsun barat daya (habagat) telah mencapai 23 orang. Sementara itu, warga yang terdampak bencana ini melonjak hingga sekitar 5,08 juta jiwa yang tersebar di 10 wilayah.

Dalam keterangan persnya, Juru Bicara OCD Diego Mariano menyampaikan bahwa total warga terdampak tersebut setara dengan 1,45 juta keluarga. Wilayah yang terdampak meliputi Ilocos, Lembah Cagayan, Luzon Tengah, Bicol, Visayas Barat, Semenanjung Zamboanga, Calabarzon, Wilayah Administratif Cordillera (CAR), Wilayah Ibu Kota Nasional (NCR), dan Mimaropa.

Hingga saat ini, sebanyak 523 pusat evakuasi telah menampung 7.182 keluarga atau sekitar 24.893 jiwa. Pemerintah setempat juga telah menyalurkan bantuan kemanusiaan dengan total nilai mencapai 734,1 juta peso Filipina (sekitar Rp212,72 miliar).

Berdasarkan data OCD, rincian 23 korban tewas meliputi 15 orang di Benguet, masing-masing tiga orang di Rizal dan Batangas, serta masing-masing satu orang di La Union dan Quezon. Selain itu, tercatat 17 orang mengalami luka-luka dan satu orang masih dalam pencarian.

Bencana ini juga memicu kerusakan infrastruktur tempat tinggal, dengan catatan 182 rumah mengalami rusak berat dan 1.681 rumah rusak ringan atau sebagian.

Akibat cuaca ekstrem dan hujan lebat yang dipicu oleh angin monsun tersebut, pemerintah pusat dan pemerintah daerah di 12 provinsi memberlakukan penyesuaian jam kerja pada Senin ini.

Kebijakan tersebut merujuk pada Edaran Memorandum Nomor 127 yang diterbitkan oleh Istana Malacanang atas rekomendasi Dewan Penanggulangan dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional (NDRRMC). Penyesuaian aktivitas ini berlaku di Metro Manila serta Provinsi Zambales, Bataan, Bulacan, Pampanga, Tarlac, Nueva Ecija, Cavite, Batangas, Rizal, Laguna, Quezon, dan Occidental Mindoro. (Par)