Kunjungi Library of Congress, Dubes Indroyono Dorong Pertukaran Koleksi dan Tambah 100 Buku Indonesia
WASHINGTON – Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo, mengunjungi Library of Congress di Washington DC, Rabu (10/6/2026), untuk memperkuat kerja sama perpustakaan Indonesia–AS.
Dubes Indroyono diterima Sarah Rhodes dari Congressional and Intergovernmental Office dan Naomi dari Copyright Office. Mereka membahas pertukaran buku, pengayaan koleksi, dan perluasan akses pengetahuan.
“Koleksi Indonesia di Library of Congress bukti bangsa kita punya kontribusi penting dalam khazanah pengetahuan dunia,” kata Indroyono dalam keterangan KBRI Washington DC, Kamis (11/6/2026).
Menurutnya, setiap buku, manuskrip, dan arsip Indonesia di sana menjadi duta bangsa.
“Memperkenalkan sejarah, budaya, pemikiran, dan pencapaian Indonesia ke masyarakat internasional,” ujarnya.
Library of Congress merupakan perpustakaan terbesar di dunia dengan 170 juta koleksi, termasuk 39 juta buku dalam 470 bahasa, 73 juta manuskrip, serta jutaan foto, peta, dan rekaman. Dari jumlah itu, sekitar 190.000 koleksi berasal dari Indonesia.
Koleksi Indonesia juga mendokumentasikan perjalanan pemimpin nasional. Tersimpan lebih dari 1.100 buku tentang Presiden Soekarno, 918 buku tentang Presiden Soeharto, dan berbagai karya tentang Presiden BJ Habibie. American Folklife Center menyimpan rekaman budaya Indonesia periode 1893–2009.
Salah satu koleksi paling berharga adalah manuskrip Jawa beriluminasi 1862 berjudul Pangkat-Pangkat Caritanipun Serat Babad ing Tanah Jawi Sedhaya. Naskah itu mengisahkan sejarah Jawa dan penyebaran Islam dengan ilustrasi bernilai sejarah dan estetika tinggi.
Dalam kunjungan itu, Indroyono menyerahkan buku karyanya, Teknologi Maritim & Teknologi Pertahanan Indonesia Edisi ke-3, 2018. Dengan penyerahan ini, karya Indroyono yang tersimpan di Library of Congress menjadi 20 judul.
“Perpustakaan, museum, galeri, dan arsip adalah empat pilar peradaban yang menjaga memori kolektif bangsa. Kerja sama antarlembaga pengetahuan tidak hanya melestarikan warisan, tetapi juga membangun jembatan bagi generasi masa depan,” kata Indroyono.
Ia juga mengumumkan rencana kunjungan alumni ITB angkatan 1973 pada 1 Juli 2026. Rombongan akan menyumbang sekitar 100 judul buku dan atlas ke Library of Congress.
“Kami harap makin banyak akademisi, penulis, peneliti, dan perguruan tinggi Indonesia memperkaya koleksi tentang Indonesia di perpustakaan dunia,” kata Indroyono.
“Kehadiran karya Indonesia di pusat pengetahuan global memperkuat posisi kita sebagai bangsa yang berkontribusi pada peradaban dunia.” (Alv)

