Hobi Menjadi Cuan, Tono Peternak Ikan Cupang Sukses Raup Jutaan Rupiah dari Teras Rumah

PEKANBARU – Pandemi Covid-19 lalu sempat melumpuhkan berbagai sektor usaha. Namun, di tangan kreatif Tono (35), seorang warga Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, krisis justru berubah menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Berawal dari hobi memelihara ikan hias, Tono kini sukses menjadi peternak ikan cupang hias yang meraup omzet jutaan rupiah per bulan dari teras rumahnya.

Tim kami berkesempatan mengunjungi tempat budidaya “Tono Betta Farm” milik Tono pada Sabtu, 15 Februari 2026. Ratusan toples kaca berjajar rapi di rak bertingkat, menampilkan aneka warna ikan cupang yang memukau.

Tono bercerita, bisnis ini bermula saat ia merasa bosan selama berdiam diri di rumah. Ia mulai mengoleksi jenis ikan cupang, seperti Avatar, Super Red, dan Plakat.

“Awalnya cuma beli dua pasang untuk hiasan meja. Ternyata peminatnya banyak, dan budidayanya tidak butuh lahan luas,” ujar Tono.

Menurut Tono, budidaya ikan cupang gampang-gampang susah. Kunci utamanya terletak pada kebersihan air dan pemberian pakan yang tepat.

“Ikan cupang harus rutin ganti air, minimal dua hari sekali agar tidak mudah stres dan terkena penyakit kuncup,” kata pria ramah tersebut.

Tono juga membagikan tips rahasia, yaitu penggunaan daun ketapang kering yang sudah diolah untuk menjaga pH air tetap stabil. Untuk pakan, ia memberikan kutu air (Daphnia) atau jentik nyamuk agar ikan tumbuh cepat dan berwarna tajam.

Meski hanya beternak di teras rumah, jangkauan penjualan Tono sudah mencapai luar kota. Tono memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan Facebook untuk memamerkan keindahan ikan hasil ternakannya.

“Sekarang yang paling dicari itu jenis Avatar dan Fancy. Harga per ekornya bervariasi, mulai dari Rp50.000 hingga ratusan ribu, tergantung kualitas warna dan bentuk sirip,” jelasnya.

Tantangan terbesar dalam budidaya cupang adalah musim kemarau, di mana pakan alami seperti kutu air sulit didapatkan. Namun, hal itu tidak menyurutkan semangat Tono. Ia berharap bisnis ini terus berkembang dan berencana menambah jumlah indukan unggul.

“Intinya, telaten dan sabar. Ternak cupang ini bisa jadi solusi ekonomi yang menjanjikan,” tutup Tono. (Par)