Riau Genjot Hujan Buatan, 3 Pesawat Tabur 57,8 Ton Garam Cegah Karhutla
PEKANBARU – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan di Riau makin intensif dengan operasi modifikasi cuaca yang melibatkan tiga pesawat. Sejak dimulai, total 57,8 ton garam telah ditabur untuk memancing hujan di wilayah pesisir timur provinsi.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Damkar Riau Jim Gafur mengatakan OMC terus dijalankan saat awan potensial muncul, baik siang maupun malam.
“Sekarang ada tiga pesawat yang beroperasi. Dua dari BNPB dan satu dari Kemenhut yang berkolaborasi dengan BMKG,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Pesawat Cessna C208 PK-JVH milik BNPB menjadi yang paling lama bertugas, 21 hari dengan 43 sortie dan 43 ton garam yang disemai. Disusul pesawat THRUSH S2R-T34 PK-KHH juga dari BNPB, yang sudah 11 hari terbang dengan 10 sortie dan 10 ton garam.
Pesawat ketiga, Cassa 212-200 A-2107 dari Kemenhut-BMKG, baru beroperasi empat hari dengan enam sortie dan 4,8 ton garam.
Fokus penyemaian awan diarahkan ke lima daerah rawan Karhutla, yaitu Bengkalis, Indragiri Hilir, Siak, Pelalawan, dan Kota Dumai.
Ini merupakan tahap kedua OMC di Riau setelah pelaksanaan pertama pada awal Februari lalu. Langkah ini diambil untuk membasahi lahan gambut dan menekan potensi titik api menjelang musim kemarau. (Par)

