Trump Tuduh Iran Tembakkan Rudal di Selat Hormuz, Ancam Serang Infrastruktur Jika Kesepakatan Gagal

MOSKOW – Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Presiden AS Donald Trump menuding Iran melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan menembakkan rudal di Selat Hormuz pada Sabtu (18/4/2026).

“Iran memutuskan menembakkan peluru kemarin di Selat Hormuz. Pelanggaran total terhadap perjanjian gencatan senjata kami! Banyak yang ditujukan ke kapal Prancis dan kapal kargo Inggris. Itu tidak baik,” tulis Trump di Truth Social.

Laporan Reuters sehari sebelumnya menyebut dua kapal komersial diserang saat melintasi selat strategis itu, tak lama setelah Iran mengumumkan pemberlakuan kembali rezim militer di jalur perairan tersebut.

Trump juga melontarkan ancaman keras jika Iran menolak proposal kesepakatan dari Washington. Ia memperingatkan AS siap menghancurkan pembangkit listrik dan jembatan di Iran.

“Kami menawarkan kesepakatan yang adil dan masuk akal. Jika tidak diterima, AS akan menghancurkan semua pembangkit listrik dan jembatan di Iran. Tidak ada lagi sikap lunak!” tegasnya.

Gencatan senjata dua pekan antara AS dan Iran sebenarnya telah diumumkan pada 7 April lalu setelah serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari yang menelan korban sipil. Putaran negosiasi di Islamabad pada 11 April berakhir tanpa hasil.

Meski belum ada deklarasi resmi dimulainya kembali konflik, AS kini mulai memblokade pelabuhan Iran. Para mediator tengah mengupayakan pembicaraan baru untuk meredam eskalasi. (Par)