Hidup yang Dipulihkan oleh Sang Gembala Agung

Ibadah raya Gereja Misi Injili Indonesia (GMII) Nehemia, Rejosari, Pekanbaru, pada Minggu, 19 April 2026, menghadirkan firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Hasudungan Habeahan, M.Th, yang diambil dari Yohanes 21:15–19. Melalui bagian firman ini, jemaat diajak memahami bagaimana Tuhan Yesus memulihkan Petrus secara pribadi dan mendalam, serta bagaimana pemulihan itu juga berlaku bagi setiap orang percaya hingga hari ini.

Dalam Yohanes 21:15–17, Tuhan Yesus bertanya kepada Petrus sebanyak tiga kali, “Apakah engkau mengasihi Aku?” Pertanyaan ini bukan tanpa makna. Secara budaya dan tradisi Yahudi, pengulangan hingga tiga kali menegaskan keseriusan dan peneguhan suatu hal. Petrus yang sebelumnya menyangkal Yesus sebanyak tiga kali kini dipulihkan melalui tiga kali pernyataan kasih. Kasih yang dimaksud bukan sekadar emosi, melainkan kasih agape—kasih yang tulus, tanpa syarat, dan tidak bergantung pada keadaan.

Yohanes 21:17:
“Jawab Petrus kepada-Nya: ‘Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.’ Kata Yesus kepadanya: ‘Gembalakanlah domba-domba-Ku.’”

Pemulihan Petrus menunjukkan bahwa Tuhan tidak melihat masa lalu sebagai akhir dari segalanya. Sebaliknya, Ia melihat potensi dan masa depan seseorang. Petrus yang pernah gagal tetap dipanggil kembali untuk melayani, bahkan dipercaya menjadi penjala manusia. Hal ini mengajarkan bahwa setiap orang yang mau datang kepada Tuhan dengan hati yang hancur dapat dipulihkan dan dipakai kembali.

Namun, bagaimana seseorang dapat bertumbuh dalam iman? Jawabannya jelas: melalui firman Tuhan. Tanpa mengenal firman-Nya, tidak mungkin ada pertumbuhan rohani yang sejati. Mendengar dan membaca firman Tuhan menjadi dasar penting agar kehidupan rohani semakin kuat dan dewasa.

Roma 10:17:
“Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.”

Kisah Petrus juga berkaitan erat dengan pengakuannya dalam Matius 16:16–18, ketika ia menyatakan bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. Pengakuan ini menjadi dasar iman yang kemudian diteguhkan kembali melalui pemulihan dalam Yohanes 21. Dari sini terlihat bahwa perjalanan iman tidak selalu lurus—ada jatuh bangun, tetapi Tuhan tetap setia menggenapi rencana-Nya.

Matius 16:18:
“Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.”

Janji Tuhan bahwa maut tidak akan menguasai menjadi penguatan bahwa setiap orang yang hidup dalam Kristus memiliki kemenangan. Petrus telah mengalami pemulihan, dan demikian juga setiap orang percaya dipanggil untuk mengalami hal yang sama. Kuncinya adalah kerelaan untuk datang kepada Tuhan dan membiarkan diri dipulihkan oleh Sang Gembala Agung, yaitu Tuhan Yesus Kristus.

Pemulihan bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab. Setiap orang yang telah dipulihkan dipanggil untuk memberitakan perbuatan-perbuatan besar Tuhan. Hidup orang percaya bukan lagi untuk diri sendiri, tetapi untuk kemuliaan-Nya.

1 Petrus 2:9:
“Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.”

“Pesan penting dari firman ini adalah: jangan menyerah pada kegagalan. Setiap orang pernah jatuh, tetapi Tuhan memberikan kesempatan untuk bangkit kembali. Jangan terikat pada masa lalu, melainkan fokus pada panggilan Tuhan ke depan,” ulas Pdt. Hasudungan.

Yohanes 21:19:
“Sesudah berkata demikian, Ia berkata kepada Petrus: ‘Ikutlah Aku.’”

Ajakan “Ikutlah Aku” menjadi panggilan yang terus relevan. Mengikut Tuhan berarti meninggalkan masa lalu, tidak menoleh ke belakang, dan tetap fokus kepada-Nya. Hidup yang dipulihkan adalah hidup yang berjalan dalam ketaatan, kasih, dan tanggung jawab untuk menjadi saksi bagi dunia.

Akhirnya, seperti Petrus yang dipulihkan, setiap orang percaya juga dipanggil untuk hidup dalam kasih yang sejati, bangkit dari kegagalan, dan setia mengikuti Tuhan sampai akhir. Selamat hari Minggu dan Tuhan memberkati. (erwin)