Karhutla Meluas di Inhu dan Inhil, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api
PEKANBARU — Tim gabungan terus berjibaku menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dan Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau, Minggu (6/9/2026). Di Desa Kuantan Babu, Kecamatan Rengat, Inhu, operasi pemadaman yang memasuki hari kesepuluh berlangsung intensif setelah api kembali menyebar ke berbagai arah.
Kepala Manggala Agni Daerah Operasi (Daops) Sumatera VII/Rengat, Muhammad Ilham Sidik, mengungkapkan bahwa titik api terpantau kembali muncul di sisi utara, timur, barat, dan selatan. Luas total area yang terbakar di lokasi tersebut diperkirakan mencapai 20 hektare.
“Api aktif kembali timbul di sejumlah titik yang tersebar berjauhan di sisi utara, timur, barat, dan selatan,” ujar Ilham, Minggu (6/9/2026) malam.
Dari total area tersebut, petugas berhasil memadamkan sekitar 13 hektare lahan. Dalam operasi ini, 12 personel Manggala Agni yang dibantu BPBD Inhu, TNI, dan Polri harus berjibaku di tengah vegetasi hutan sekunder yang rapat, dengan kendala utama berupa tingginya pepohonan serta jauhnya jarak sumber air.
Berbeda dengan kondisi di Kuantan Babu, kebakaran seluas dua hektare di Desa Talang Jerinjing, Kecamatan Rengat Barat, dipastikan padam total pada hari kedua. Meski sempat terkendala minimnya pasokan air, kerja sama antara 11 personel Manggala Agni, TNI, Polri, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) berhasil menuntaskan pemadaman. Petugas tetap disiagakan di lokasi guna mengantisipasi potensi api susulan.
Sementara itu, penanganan karhutla di Desa Bayas Jaya, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir, menunjukkan perkembangan positif. Kepala api pada kebakaran seluas 2,8 hektare di kawasan Hutan Produksi yang Dapat Dikonversi (HPK) tersebut berhasil dikendalikan.
Hingga Minggu malam, tim gabungan yang melibatkan 11 personel Manggala Agni, TNI, Polri, MPA, serta Regu Pemadam Kebakaran (RPK) perusahaan telah memadamkan sekitar 0,7 hektare lahan. Kendati sempat terkendala pasang surut air, angin kencang yang berubah arah, dan pohon tumbang, proses pemadaman akan dilanjutkan ke tahap mopping up (pendinginan dan pembersihan sisa bara) pada Senin (7/9/2026).
“Kepala api sudah dapat dikendalikan, dilanjutkan besok tahapan mopping up,” pungkas Ilham. (Alv)

