Polda Riau Bongkar Jaringan Sabu Internasional Rp 84 Miliar, Dua Pelaku Ditangkap

PEKANBARU — Kepolisian Daerah (Polda) Riau kembali membongkar jaringan peredaran narkotika lintas negara skala besar. Dalam operasi ini, petugas menyita barang bukti sabu seberat 46,93 kilogram dengan perkiraan nilai ekonomi mencapai Rp 84,49 miliar.

Dua orang pelaku berinisial AFF (32) dan saudaranya, NS (32), yang merupakan warga Binjai, Sumatera Utara, diringkus karena diduga kuat terlibat dalam jaringan tersebut.

Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat mengungkapkan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan hasil operasi intensif yang digelar sejak 2 Oktober 2026. Penindakan ini menjadi bukti komitmen kepolisian untuk memutus mata rantai peredaran narkoba hingga ke tingkat bandar dan pengendali utama.

“Jika dirupiahkan, barang bukti yang kita sita nilainya sekitar Rp 84,491 miliar,” ujar Irjen Pol Arman dalam konferensi pers di Mapolda Riau, Selasa (20/10/2026).

Berdasarkan penyelidikan awal, puluhan kilogram sabu tersebut diselundupkan dari Malaysia melalui jalur laut. Penyidik saat ini masih mendalami jalur distribusi, pemasok utama, hingga kota tujuan akhir pengiriman.

Dengan gagalnya peredaran 46,9 kg sabu ini, Polda Riau memperkirakan sedikitnya 500 ribu jiwa berhasil diselamatkan dari ancaman bahaya penyalahgunaan narkotika.

“Kami menyasar tokoh-tokoh besarnya, tidak hanya sebatas kurir atau pengedar. Ini jaringan internasional yang harus diwaspadai,” tegas Kapolda.

Selain mengejar aktor intelektualnya, penyidik Polda Riau juga tengah mendalami penerapan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) untuk memiskinkan para pelaku dan menyita aset hasil kejahatan tersebut.

Kapolda Riau juga menegaskan komitmennya untuk mengubah citra kawasan yang selama ini dicap sebagai “kampung narkoba” menjadi lingkungan aman dan produktif, serta menerapkan zero tolerance terhadap tempat hiburan malam yang memfasilitasi peredaran barang haram.

“Pesan saya tegas, saya tidak mentolerir narkoba di wilayah Provinsi Riau. Kita harus memberantasnya sampai ke akar-akarnya,” pungkasnya. (Alv)