Strategi Baru di Era Digital: Tim Pengabdian Universitas Riau Bekali Sanggar Keletah Budak Keterampilan Konten Kreatif
PEKANBARU – Sanggar Keletah Budak, komunitas seni teater anak di Kota Pekanbaru, kini tampil semakin percaya diri di ranah digital. Pada Sabtu (15/8/2026), sanggar ini sukses menggelar pelatihan pembuatan konten pemasaran digital hasil kolaborasi bersama Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau (UNRI).
Program ini didukung penuh oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Tim pengabdian ini diketuai oleh Nindya Wulandari, S.Si., M.Si. dari Program Studi Statistika. Ia didukung oleh dua dosen anggota pelaksana, yakni Rizka Amalia Putri (Prodi Statistika) dan Mirdatul Husnah (Prodi Sistem Informasi).
Dalam pelaksanaan di lapangan, para dosen turut menggandeng dua mahasiswa Statistika, yaitu Tengku Alfaisal Hardian dan Razha Irnanda Alika. Peran mahasiswa sangat krusial dalam membantu proses pengumpulan data, pendampingan produksi, hingga pengelolaan harian konten media sosial sanggar.
Sanggar Keletah Budak selama ini dikenal aktif membina anak-anak usia dini hingga tingkat SMP melalui latihan teater berbalut budaya lokal, mulai dari operet anak hingga pementasan bertema Melayu.
Sebelum pelatihan resmi digelar, tim pengabdian telah lebih dulu mendampingi pengurus dalam mengoptimalkan media sosial sanggar secara intensif. Hasilnya pun luar biasa:
- Pertumbuhan Pengikut: Akun Instagram sanggar melonjak drastis hingga 262,9%.
- Tayangan Konten: Total tayangan menembus angka 43.000 kali dengan 1.417 interaksi.
- Audiens Baru: Lebih dari separuh tayangan berasal dari pengguna baru di luar pengikut lama, membuktikan bahwa konten yang diproduksi sukses memperluas jangkauan promosi sanggar.
Melihat capaian positif tersebut, tim menghadirkan pelatihan lanjutan agar pengurus dan anggota sanggar mampu mengelola pemasaran digital secara mandiri dan berkelanjutan.
Dalam sesi pelatihan, para peserta dibekali dua kompetensi utama:
- Keterampilan Kreatif: Teknik mendesain poster promosi, foto kegiatan, dan video pendek menggunakan aplikasi praktis seperti Canva dan CapCut.
- Manajemen Media Sosial: Strategi merancang dan konsisten menerapkan kalender konten yang terjadwal.
“Harapannya, pengurus sanggar dapat terus konsisten memproduksi konten dan mengelola media sosial sesuai kalender yang sudah disusun bersama agar manfaatnya terus berlanjut setelah program berakhir,” ungkap Ketua Tim Pelaksana, Nindya Wulandari.
Manfaat nyata dari program ini dirasakan langsung oleh Pimpinan Sanggar Keletah Budak, Rina. Menurutnya, lonjakan interaksi di media sosial memberikan dampak signifikan terhadap popularitas sanggar di tengah masyarakat, sekaligus membuka peluang lebih luas untuk memperkenalkan seni teater tradisional kepada generasi muda.
Pelatihan ini merupakan bagian dari rangkaian program pengabdian bertajuk “Penguatan Pemasaran Seni Teater Lokal sebagai Upaya Pelestarian Budaya melalui Sanggar Keletah Budak Kota Pekanbaru” yang berjalan sepanjang tahun 2026. Ke depan, tim UNRI akan terus memantau keberlanjutan pengelolaan media sosial demi memperkuat eksistensi teater lokal serta menjaga kelestarian budaya di Bumi Lancang Kuning. (rls)

