Dibenarkan Karena Iman: Keselamatan Adalah Kasih Karunia Allah
Ibadah Raya Gereja Misi Injili Indonesia (GMII) Nehemia, Pekanbaru, pada Minggu, 31 Mei 2026, dilayani oleh Penatua (Pnt.) Yohanes Wiyarno. Dalam khotbahnya yang diambil dari Roma 3:21-31, beliau mengajak jemaat untuk memahami makna yang sesungguhnya tentang dibenarkan karena iman kepada Yesus Kristus.
Mengawali khotbahnya, Pnt. Yohanes menjelaskan bahwa jika seseorang dikatakan dibenarkan, maka pada dasarnya ia adalah orang yang sebelumnya bersalah. Banyak orang merasa dirinya sudah hidup baik sejak kecil, tidak pernah melakukan kejahatan besar, dan merasa cukup benar di hadapan manusia. Namun firman Tuhan menyatakan bahwa semua manusia telah jatuh ke dalam dosa dan membutuhkan pembenaran dari Allah.
Beliau menegaskan bahwa dibenarkan berarti dinyatakan benar di hadapan Allah atau dijadikan benar oleh-Nya. Pembenaran bukanlah hasil usaha manusia, melainkan anugerah Allah yang diberikan secara cuma-cuma.
“Sering kali orang Kristen sudah diampuni, diselamatkan, dan ditolong oleh Tuhan secara gratis, tetapi kurang menyadari besarnya kasih karunia tersebut. Akibatnya, rasa syukur kepada Tuhan menjadi berkurang,” ungkapnya.
Padahal, tidak ada seorang pun yang mampu menaati hukum Taurat secara sempurna. Perbuatan baik, ibadah, maupun berbagai usaha rohani tidak dapat membeli kebenaran di hadapan Allah. Kebenaran sejati hanya diperoleh melalui karya penebusan yang dikerjakan oleh Yesus Kristus.
Pnt. Yohanes mengingatkan bahwa manusia diciptakan untuk memiliki hubungan yang erat dengan Allah dan hidup sesuai dengan rancangan-Nya. Tujuan utama kehidupan manusia adalah memuliakan Tuhan. Ketika manusia hidup untuk memuliakan Allah, maka ia dapat menikmati kasih karunia dan keselamatan yang telah disediakan-Nya.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa pembenaran terjadi karena penebusan yang dikerjakan oleh Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Melalui kematian-Nya di kayu salib, Yesus menanggung hukuman dosa manusia sehingga setiap orang yang percaya kepada-Nya dapat menerima pengampunan dan hidup yang baru.
Selain itu, pembenaran juga diberikan kepada orang yang bertobat dan percaya kepada Kristus. Pertobatan yang sejati akan menghasilkan kehidupan yang semakin rindu melakukan kehendak Tuhan. Pengampunan Allah atas setiap pelanggaran memulihkan hubungan manusia dengan Sang Pencipta.
“Status benar di hadapan Allah tidak dapat dibeli dengan kepatuhan agama semata. Kita dibenarkan karena karya Kristus di kayu salib. Roh Kudus terus bekerja dalam hidup orang percaya untuk mengubah karakter dan membentuk kehidupan yang berkenan kepada Tuhan,” jelasnya.
Beliau juga menekankan bahwa iman kepada Kristus meruntuhkan kesombongan manusia. Tidak ada alasan bagi seseorang untuk membanggakan diri karena keselamatan sepenuhnya merupakan inisiatif Allah. Oleh sebab itu, respons yang tepat dari orang percaya adalah kerendahan hati, ucapan syukur, dan kehidupan yang memuliakan Tuhan.
Menutup khotbahnya, Pnt. Yohanes mengingatkan jemaat bahwa keselamatan dari awal hingga akhir adalah karya kasih karunia Allah. Harga yang dibayar untuk menebus manusia sangat mahal, yaitu darah Yesus Kristus sendiri. Karena itu, setiap orang percaya hendaknya hidup dalam rasa syukur, belajar mengampuni sesama, serta menyalurkan kasih dan kebaikan Tuhan kepada orang-orang di sekitarnya.
Roma 3:21-31
“Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab Para Nabi, yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan. Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.
Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya. Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus.
Jika demikian, apakah dasarnya untuk bermegah? Tidak ada! Berdasarkan apa? Berdasarkan perbuatan? Bukan, melainkan berdasarkan iman. Karena kami yakin bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat. Atau adakah Allah hanya Allah orang Yahudi saja? Bukankah Ia juga Allah bangsa-bangsa lain? Ya, benar.
Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain, karena Allah itu esa dan akan membenarkan baik orang-orang bersunat karena iman maupun orang-orang tak bersunat juga karena iman. Jadi, apakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya.” (erwin)

