AS Sita Aset Kripto Iran Rp17,8 Triliun, Target Vila dan Rekening Bank di Eropa
HAMILTON – Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengumumkan penyitaan aset mata uang kripto milik Iran senilai 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp17,8 triliun. AS juga berkoordinasi dengan sekutu di Eropa untuk menyita aset lain yang terkait Teheran.
“Saya yakin kami telah menyita aset kripto mereka senilai sekitar 1 miliar dolar,” kata Bessent, Jumat (30/5/2026). Ia menganalogikan langkah itu seperti “langsung mengambil dompet mereka”.
Menurut Bessent, sejumlah pemilik aset bahkan belum menyadari dana mereka telah disita.
“Sebagian dari mereka mungkin masih mengetik saat ini, tanpa sadar dompetnya sudah diambil,” ujarnya.
AS kini bekerja sama dengan sekutu di Eropa untuk memperluas penyitaan.
“Kami berkoordinasi untuk menyita vila, rumah, dan properti lain,” kata Bessent. Ia mengklaim langkah ini bertujuan mengembalikan dana yang “dicuri dari rakyat Iran”.
Bessent juga menyebut fasilitas ekspor minyak Iran di Pulau Kharg “sudah mati” setelah blokade laut AS. Ia menambahkan, serangan Iran ke negara-negara Teluk justru menjadi bumerang secara diplomasi.
“Mereka kini menjadi mitra yang sangat baik dalam upaya menindak Teheran lewat jalur finansial,” kata Bessent.
Karena itu, AS dapat membekukan rekening bank asal Iran di kawasan tersebut. (Alv)

