Roh Kudus Membawa Kehidupan Baru dalam Kristus
Ibadah Raya Gereja Misi Injili Indonesia (GMII) Nehemia, Rejosari, Pekanbaru, pada Minggu, 17 Mei 2026, dipimpin oleh Gembala Sidang, Pdt. Samuel S.G., M.Th. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan firman Tuhan dari Yohanes 16:7-15 dengan tema “Roh Kudus dan Kehidupan Baru.”
Dalam khotbahnya, Pdt. Samuel menegaskan bahwa setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus menerima keselamatan dan dipanggil untuk hidup sebagai ciptaan baru. Percaya kepada Kristus bukan hanya sekadar pengakuan di mulut, tetapi harus terlihat melalui perubahan hidup yang nyata. Seseorang yang telah menerima Kristus mau tidak mau harus mengalami pembaruan hidup sesuai kehendak Tuhan.
Beliau juga mengingatkan jemaat untuk kembali kepada tujuan semula Allah menciptakan manusia. Firman Tuhan dalam Mazmur 8:4-5 menjelaskan bahwa manusia diciptakan begitu mulia di hadapan Allah. Tuhan memberikan kemuliaan dan kehormatan kepada manusia sebagai ciptaan yang segambar dan serupa dengan-Nya.
Menjadi ciptaan baru berarti kembali kepada hakikat sejati manusia, yaitu hidup serupa dengan Kristus. Oleh sebab itu, orang percaya tidak hanya mengejar berkat Tuhan semata, melainkan harus mengejar kehendak Tuhan di dalam hidupnya.
Dunia sering kali menarik manusia menjauh dari kehendak Allah melalui berbagai pengaruh dan “virus” dosa yang merusak kehidupan rohani. Namun, melalui karya Roh Kudus, hidup manusia dapat dipulihkan dan diperbarui kembali menjadi serupa dengan gambar Allah.
Pdt. Samuel menjelaskan bahwa Roh Kudus adalah Pribadi yang memampukan setiap orang percaya mengalami kelahiran baru. Pada zaman sekarang, Roh Kudus telah dicurahkan bagi semua orang percaya untuk menolong, menghibur, dan menyertai kehidupan umat Tuhan setiap hari.
“Roh Kudus tidak pernah meninggalkan kita. Segala sesuatu di luar Tuhan tidak dapat memberikan jaminan yang sejati,” ungkap beliau kepada jemaat.
Selain sebagai Penghibur dan Penolong, Roh Kudus juga bekerja menginsafkan manusia akan dosa. Roh Kudus menegur, menyatakan kesalahan, dan menunjukkan kebenaran, bukan untuk menghukum, melainkan untuk membawa manusia kepada pertobatan. Orang yang dipenuhi Roh Kudus akan memiliki hati yang rendah hati dan mudah dibentuk oleh Tuhan.
Beliau menambahkan bahwa rasa insaf bukan hanya sekadar penyesalan secara manusiawi, melainkan perubahan hidup yang dikerjakan oleh Roh Kudus. Tanpa tuntunan Roh Kudus, seseorang hanya akan memiliki pengetahuan tentang firman Tuhan tanpa mengalami perubahan hidup yang sesungguhnya.
Roh Kudus juga memimpin orang percaya kepada seluruh kebenaran firman Tuhan. Karena itu, jemaat diajak untuk terus meminta tuntunan Roh Kudus dalam setiap langkah kehidupan agar mampu memahami kehendak Tuhan dengan benar.
Di akhir khotbahnya, Pdt. Samuel mengingatkan bahwa hidup akan terasa berat apabila dijalani dengan mengandalkan kekuatan sendiri. Oleh sebab itu, setiap orang percaya perlu peka terhadap pekerjaan Roh Kudus dan senantiasa hidup dalam pimpinan-Nya setiap hari. Selamat hari Minggu dan Tuhan Yesus memberkati. (Erwin)

