AS Kerahkan 15.000 Personel dan 100 Pesawat, Evakuasi Kapal dari Selat Hormuz Dimulai

WASHINGTON – Komando Pusat AS (CENTCOM) memulai operasi militer “Project Freedom” untuk mengevakuasi kapal-kapal yang terjebak di Teluk Persia akibat pembatasan navigasi di Selat Hormuz. Komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper menyebut kapal yang terjebak berasal dari 87 negara dan berstatus netral.

“Kapal-kapal tersebut tidak terlibat konflik,” ujar Cooper, Senin (4/5/2026) waktu setempat, mengutip pernyataan Presiden AS Donald Trump yang dibagikan akun X CENTCOM.

Operasi yang dimulai Senin pagi waktu Timur Tengah itu melibatkan kapal perusak berpeluru kendali, lebih dari 100 pesawat berbasis darat dan laut, platform nirawak multi-domain, serta sekitar 15.000 personel militer. Pasukan AS juga aktif berkomunikasi dengan puluhan kapal dan perusahaan pelayaran untuk mendorong arus lalu lintas kembali normal.

Sehari sebelumnya, Trump mengumumkan “Project Freedom” sebagai respons atas meningkatnya ketegangan AS-Iran di jalur vital perdagangan energi global tersebut. Ia memperingatkan Iran akan menghadapi konsekuensi besar jika menargetkan kapal AS di sekitar Selat Hormuz.Ketegangan sempat memanas setelah media Iran, IRIB, mengklaim militer Iran mencegah kapal AS melintas dengan menyerang kapal perang memakai dua rudal. CENTCOM membantah klaim itu. “Tidak ada kapal AS yang terkena serangan, dan operasi tetap berjalan sesuai rencana untuk menjaga keamanan jalur pelayaran internasional,” tegas CENTCOM.

CENTCOM menyatakan dukungan militer ini bertujuan memastikan kebebasan navigasi tetap terjaga di tengah kekhawatiran gangguan pasokan minyak dunia. Upaya diplomatik dan militer disebut terus berlangsung paralel dengan operasi di lapangan. (Alv)