Menguji Kesetiaan di Tengah Gelombang Zaman
PEKANBARU – Gereja Misi Injili Indonesia (GMII) Nehemia, Rejosari, Pekanbaru, menyelenggarakan Ibadah Raya dengan penuh hikmat pada Minggu, 18 Oktober 2026. Ibadah mingguan ini dilayani oleh Pdt. Well Manurung, M.Th., yang menyampaikan kebenaran firman Tuhan dengan mengusung tema utama “Kemenangan atas Godaan.”
Ayat bacaan firman Tuhan berdasarkan Kitab Matius 4:1-11,” Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis. Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus. Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.” Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”
Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.”
Yesus berkata kepadanya: “Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!” Dan Iblis membawa-Nya lagi ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepada-Nya: “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.” Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus.
Dalam penyampaiannya, Pdt. Well Manurung menjelaskan konteks peristiwa penting ketika Roh Kudus memimpin Yesus ke padang gurun. Peristiwa ini membawa makna mendasar: dari sudut pandang Iblis, ini adalah pencobaan untuk menjatuhkan, tetapi dari sudut pandang Allah, ini adalah ujian untuk membuktikan ketaatan dan keandalan Yesus sebagai Anak Allah.
Padang gurun yang tandus—tanpa air dan makanan—menjadi ruang ujian nyata ketika kondisi fisik Yesus berada di titik terlemah setelah berpuasa 40 hari.
Iblis memanfaatkan situasi tersebut dengan menyerang keinginan daging melalui rasa lapar, menyerukan agar Yesus mengubah batu menjadi roti jika Dia benar Anak Allah. Namun, Yesus menangkis godaan tersebut dengan menegaskan bahwa hidup manusia tidak bergantung pada roti semata, melainkan pada setiap firman yang keluar dari mulut Allah.
“Dalam konteks kehidupan hari ini, kita kerap menghadapi ‘padang gurun’ kita sendiri—sistem ekonomi yang sulit, beban hidup, atau godaan jabatan saat ada kesempatan kompromi di depan mata. Hendaklah hidup kita tidak dituntun oleh keinginan daging saja, melainkan berakar kuat pada firman Tuhan,” ujar Pdt. Well Manurung.
Pencobaan kedua terjadi di bubungan Bait Allah, di mana Iblis memprovokasi Yesus untuk melompat demi menunjukkan perlindungan malaikat dan mencari penghormatan. Yesus kembali menolak dengan tegas, menyatakan bahwa Allah tidak untuk dicobai. Hal ini mengingatkan orang percaya agar tidak terjebak dalam budaya gila hormat atau memanfaatkan Tuhan demi legitimasi diri.
Puncak pencobaan terjadi di atas gunung yang tinggi. Iblis menawarkan seluruh kemegahan dunia, harta, dan kekuasaan dengan syarat Yesus mau sujud menyembah daripadanya. Yesus menolak keras tawaran tersebut dan memerintahkan Iblis pergi, sebab penyembahan hanya milik Allah semata.
“Saat ini, banyak tekanan hadir di tempat kerja, kesulitan ekonomi, bahkan tantangan dalam beribadah dan mendirikan rumah ibadah. Ada kalanya tawaran kenyamanan, jabatan, atau keamanan membujuk kita untuk mengompromikan iman. Jangan pernah menggadaikan iman percaya dan sujud kepada apa pun selain Yesus Kristus,” tegasnya.
Mengakhiri khotbahnya, Pdt. Well Manurung mengajak seluruh jemaat untuk menangkal setiap benturan zaman dengan rajin membaca, merenungkan, dan mempergunakan firman Allah sebagai senjata spiritual, sebagaimana tertulis dalam Mazmur 119:16, “Aku akan bergemar dalam ketetapan-ketetapan-Mu; firman-Mu tidak akan kulupakan.”.
Kunci kemenangan orang percaya adalah tunduk sepenuhnya kepada Allah, takut akan Dia, dan dengan berani melawan setiap godaan Iblis. Selamat hari Minggu dan Tuhan Yesus memberkati. ***

