Gertak Teheran, Menhan AS Pete Hegseth Beri Ultimatum: Lucuti Nuklir atau Dihantam Serangan Militer

ISTANBUL – Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth melayangkan ancaman terbuka terhadap Iran. Teheran secara tegas diminta untuk memilih: meninggalkan ambisi senjata nuklirnya melalui meja perundingan atau bersiap menghadapi aksi militer AS yang mematikan.

Pernyataan keras tersebut disampaikan Hegseth di hadapan para taruna Korps Pelatihan Perwira Cadangan (ROTC) dan calon anggota militer di Universitas Tennessee, Sabtu (17/10/2026).

“Iran harus segera menentukan sikap. Apakah mereka akan melucuti ambisi nuklirnya di meja perundingan, atau menghadapi kehancuran dahsyat yang siap ditimbulkan Amerika secara cepat jika diperlukan,” tegas Hegseth seperti dilansir antara.

Bos Pentagon tersebut menuding Teheran sengaja menimbun persenjataan rudal konvensional dalam skala besar sebagai perisai dari kemungkinan intervensi militer asing, sembari terus memuluskan program nuklirnya. Atas dasar itu, Hegseth menilai kekuatan militer AS yang dominan mutlak diperlukan guna memaksa negara penentang mau duduk berunding.

Tak hanya soal program nuklir, Hegseth turut menyoroti peranan Iran dalam menyokong stabilitas kawasan. Ia menuduh Teheran aktif menyuntikkan dana ke berbagai kelompok proksi, seperti Hizbullah di Lebanon dan milisi Houthi di Yaman. Washington, menurutnya, terus mengambil langkah preventif untuk melindungi personel serta armada kapal militer AS dari potensi serangan kelompok-kelompok tersebut.

Lebih lanjut, Hegseth menggambarkan pendekatan agresif terhadap Iran ini sebagai bagian integral dari doktrin kebijakan luar negeri Presiden Donald Trump untuk memulihkan superioritas Amerika di kancah global. Strategi ini mencakup penindakan masif terhadap kartel narkoba internasional hingga pemangkasan pengaruh Iran, Tiongkok, dan Rusia di kawasan Amerika Latin.

Menyinggung situasi politik di Venezuela, Hegseth menyebut operasi militer dan diplomasi AS di negara kaya minyak tersebut akan membawa “dampak lintas generasi”. Ia menegaskan komitmen Washington untuk membersihkan pengaruh negara-negara rival dari Belahan Bumi Barat, sekaligus memperkokoh kehadiran militer dan kemitraan strategis AS di seluruh benua Amerika. (Pon)