Berakhirnya Sebuah Era: Plaza Citra Resmi Tutup Setelah 31 Tahun Jadi Icon Pekanbaru

PEKANBARU – Ada masa ketika berbelanja di Plaza Citra menjadi salah satu momen paling membahagiakan bagi warga Pekanbaru. Menyusuri lorong pertokoan, berburu pakaian hari raya, hingga sekadar menghabiskan waktu akhir pekan bersama keluarga pernah menjadi rutinitas manis di pusat perbelanjaan ini. Namun, seluruh kenangan manis tersebut kini resmi menjadi sejarah.

Mal legendaris di Kota Pekanbaru ini resmi menghentikan seluruh kegiatan operasionalnya. Suasana hiruk-pikuk yang dulu menyelimuti bangunan tersebut kini berganti sepi.

Di lokasi, palang pintu masuk dan pintu utama mal sudah terkunci rapat. Hanya tersisa pintu keluar yang masih terbuka tanpa penjagaan ketat. Di dalam gedung, riuk pengunjung nyaris tak terasa—hanya terlihat segelintir karyawan yang sibuk mengemas sisa-sisa barang toko mereka.

Penutupan mal ini ditandai dengan hengkangnya Matahari Department Store, salah satu gerai utama yang selama ini menjadi benteng terakhir keramaian Plaza Citra. Terpampang standing banner di depan pintu masuk yang menyampaikan salam perpisahan secara resmi kepada para pelanggan setianya.

“Terima kasih sudah menjadi bagian dari perjalanan Matahari Plaza Citra selama 31 tahun ini. Sampai jumpa di Matahari Ciputra Seraya dan Matahari SKA,” tulis pengumuman tersebut, yang menandai kepindahan operasional mereka ke gerai lain di Pekanbaru.

Penutupan Plaza Citra sejatinya tidak terjadi secara mendadak. Selama beberapa tahun terakhir, denyut kehidupan mal ini perlahan redup seiring gugurnya tenant satu per satu. Dalam beberapa bulan terakhir, hanya tersisa sedikit gerai seperti Matahari, Roti’O, dan Bucheri yang masih bertahan sebelum akhirnya menyerah pada keadaan.

Anto, salah seorang pekerja di area mal, menceritakan bahwa penurunan pengunjung sudah terasa sangat parah dalam setahun terakhir.

“Sepinya sudah lama, tapi paling terasa dalam setahun terakhir ini karena makin banyak toko yang tutup,” ungkapnya.

Bagi masyarakat Pekanbaru, tutupnya Plaza Citra bukan sekadar penghentian operasional sebuah pusat perbelanjaan, melainkan hilangnya salah satu ruang memori kolektif warga.

Meskipun dinamika ekonomi perkotaan, munculnya mal-mal baru, dan perubahan pola belanja masyarakat telah menggeser masa kejayaannya, kenangan yang pernah terukir di dalamnya akan tetap hidup dalam ingatan warga.

Kini, pintu-pintu telah terkunci dan para tenant telah melangkah pergi. Selamat tinggal Plaza Citra, terima kasih atas 31 tahun kebersamaan dan kenangan yang ditinggalkan bagi Kota Pekanbaru. (Alv)