Tragedi Pemecah Ombak di Bengkalis: Tiga Remaja Terseret Arus, Dua Meninggal Dunia

BENGKALIS — Kegiatan memancing di pemecah ombak Pantai Senekip, Desa Teluk Pambang, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, berujung duka pada Jumat (9/10/2026) pagi. Tiga remaja terseret arus laut saat tengah menyalurkan hobi mereka di lokasi tersebut.

Insiden naas ini mengakibatkan dua orang meninggal dunia, sedangkan satu korban lainnya berhasil diselamatkan oleh Tim SAR Gabungan. Laporan peristiwa pertama kali diterima oleh Kepala Pos (Kapos) Sandar Kembung Sat Polairud Polres Bengkalis sekitar pukul 09.00 WIB.

Berdasarkan informasi awal, ketiga korban jatuh ke laut di sekitar koordinat 01°28’58.01″ N – 102°29’01.68″ E. Lokasi pemecah ombak yang terjal serta kondisi perairan Pantai Senekip diduga menjadi penyebab utama para korban tersapu gelombang.

Menindaklanjuti laporan kedaruratan tersebut, Kasat Polairud Polres Bengkalis, AKP Danil, langsung menginstruksikan personel Pos Sandar Kembung untuk melakukan upaya pencarian dan pertolongan.

“Pukul 09.15 WIB, tim gabungan bergegas menyiapkan sarana evakuasi air serta berkoordinasi dengan instansi terkait guna menyisir titik perairan tempat para korban dilaporkan hilang,” kata Danil.

Tim SAR Gabungan—yang terdiri dari Sat Polairud Polres Bengkalis, TNI AL, Bhabinkamtibmas, BPBD Kabupaten Bengkalis, serta masyarakat setempat—tiba di lokasi kejadian pada pukul 10.00 WIB. Tim langsung menyisir area di sekitar Tanjung Senekip guna memaksimalkan waktu krusial evakuasi.

Pada awal pencarian, petugas berhasil menemukan satu korban selamat, yakni Rama Ramadhan (17), warga Desa Teluk Pambang.

“Korban segera dievakuasi ke darat oleh petugas dan warga untuk mendapatkan penanganan medis awal serta perawatan pascatrauma,” ujar Danil.

Penyisiran terus dilanjutkan di sekitar titik jatuhnya korban. Sekitar pukul 10.30 WIB, tim menemukan korban kedua atas nama Adha Irwansyah (17), warga Dusun Tanjung Kudus, Desa Teluk Pambang. Namun, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Pencarian berlanjut hingga menjelang siang. Pada pukul 11.45 WIB, korban ketiga atas nama Saputra Hamzani alias Rio (18), warga Desa Muntai, ditemukan tak jauh dari lokasi korban kedua. Saputra juga ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

“Seluruh korban, baik yang selamat maupun meninggal dunia, langsung dievakuasi dari lokasi dan diserahkan kepada pihak keluarga masing-masing,” tegas Danil.

Operasi pencarian dan evakuasi resmi ditutup pada pukul 12.00 WIB setelah seluruh korban berhasil ditemukan. (Par)