Pakar Paru Peringatkan Bahaya Asap Karhutla: Berisiko Gagal Napas hingga Ancam Jiwa
PEKANBARU – Paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau kian mengancam kesehatan masyarakat. Dampak polusi udara ini dinilai sangat membahayakan kelompok rentan, seperti bayi, anak-anak, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit saluran pernapasan.
Sekretaris Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Provinsi Riau, Dr. dr. Indra Yovi, Sp.P(K), mengungkapkan bahwa dampak paparan asap berbanding lurus dengan peningkatan konsentrasi partikel berbahaya (PM 2,5). Tren kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan bronkitis pun melonjak signifikan sepanjang Agustus–September jika dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
“Paparan jangka panjang memicu eksaserbasi atau serangan akut pada penderita asma, bronkiektasis, dan PPOK. Bagi pasien infeksi kronis seperti TB, kondisi ini mempermudah infeksi baru serta merusak fungsi paru. Serangan berat pada penderita asma dan PPOK bahkan berisiko memicu gagal napas yang mengancam jiwa,” tegas dr. Yovi, Kamis (8/10/2026).
Merespons kondisi tersebut, dr. Yovi mendesak pemerintah daerah se-Provinsi Riau untuk segera memetakan dan menyiapkan Rumah atau Tenda Oksigen bagi warga yang membutuhkan penanganan darurat.
Ia juga mengimbau pemerintah tidak ragu membatasi aktivitas luar ruang, meliburkan sekolah, atau memperpanjang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) jika kualitas udara masih berada pada level berbahaya.
Guna menekan risiko terpapar polutan PM 2,5, PDPI Riau membagikan sejumlah langkah pencegahan bagi masyarakat:
Penggunaan Masker: Masker N95 paling direkomendasikan karena efektif menyaring partikel halus PM 2,5. Namun, masyarakat juga bisa mengandalkan masker bedah biasa sebagai alternatif minimal yang mudah didapat.
Penggunaan Air Purifier: Memasang pembersih udara di dalam rumah efektif mencegah terjadinya pencemaran udara dalam ruangan (indoor pollution).
Jaga Konsumsi & Aktivitas: Tunda kegiatan olahraga luar ruang seperti bersepeda atau jogging, perbanyak konsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi, serta terapkan pola makan bergizi.
Proteksi Kelompok Rentan: Lansia dan penderita gangguan paru disarankan untuk sepenuhnya beraktivitas di dalam rumah. (Alv)

