Mangkrak Sejak 2018, Plt Gubri Janji Lanjutkan Pembangunan Jembatan Rumbio

PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau berkomitmen mendorong percepatan penyelesaian pembangunan Jembatan Rumbio yang menghubungkan Desa Rumbio dengan Pulau Payung, Kabupaten Kampar. Infrastruktur yang telah mangkrak selama delapan tahun tersebut dinilai vital untuk memangkas jarak tempuh warga di dua kecamatan menuju jalan lintas utama.

Rencana pengaktifan kembali proyek tersebut dibahas dalam pertemuan antara tokoh masyarakat dan tokoh adat Kenegerian Rumbio bersama Plt Gubernur Riau (Gubri), SF Hariyanto, di Ruang Rapat Gubernur Riau, Senin (28/9/2026).

Sebagai langkah awal, Pemprov Riau akan segera duduk bersama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar untuk mengidentifikasi kendala teknis maupun anggaran agar pembangunan dapat dilanjutkan.

Plt Gubri SF Hariyanto menegaskan, kelanjutan proyek ini menjadi prioritas karena menyangkut kebutuhan mendasar mobilitas warga, sekaligus mencegah potensi kerugian negara akibat mangkraknya bangunan fisik yang sudah menelan anggaran.

“Jembatan ini sudah delapan tahun mangkrak, padahal masyarakat sangat menyandarkan akses mobilitasnya di sini. Jika dibiarkan terbengkalai, kerugiannya makin besar karena anggaran daerah sudah masuk di sana. Kami akan panggil Pemkab Kampar untuk urun rembuk mencari solusi konkretnya,” tegas SF Hariyanto.

Ia menambahkan, keseriusan masyarakat juga dibuktikan dengan keikhlasan warga yang telah menghibahkan lahan mereka demi mendukung pembebasan jalan dan fasilitas umum pendukung jembatan.

“Masyarakat sangat mendukung. Mereka bahkan sudah menghibahkan tanah untuk masjid dan jalur pembebasan lahan. Tentu aspirasi dan pengorbanan warga ini harus kita dukung penuh,” lanjutnya.

Sementara itu, Tokoh Masyarakat Kenegerian Rumbio, Munasir Ma’adab bergelar Datuk Kampar, menyampaikan bahwa kedatangan mereka adalah untuk mengetuk pintu Pemprov Riau setelah sebelumnya berkoordinasi dengan Pemkab Kampar, DPRD Riau, hingga Dinas PUPR Kampar.

“Kami membawa harapan besar warga Desa Rumbio dan Pulau Payung. Selama delapan tahun masyarakat kesulitan beraktivitas karena akses jalan terputus,” kata Munasir.

Ia mengapresiasi respons cepat Pemprov Riau yang tidak hanya berencana mengumpulkan pemangku kepentingan, tetapi juga berencana menguji kelaikan fisik struktur jembatan yang tersisa.

“Kami sangat bersyukur Pak Gubernur berkomitmen memanggil Bupati Kampar dan mengevaluasi kelayakan konstruksi, seperti kekuatan tiang pancang yang sudah berdiri. Kami berharap koordinasi ini segera melahirkan aksi nyata di lapangan,” pungkasnya. (Alv)