Banjir Bandang Terjang Nepal–China: Korban Jiwa Tembus 1.403 Orang, Ribuan Masih Hilang
ISTANBUL — Jumlah korban tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor dahsyat di kawasan perbatasan Nepal–China yang terjadi pada Agustus lalu kini telah melampaui 1.400 jiwa di wilayah Nepal.
Badan Nasional Pengurangan dan Penanggulangan Risiko Bencana Nepal mengonfirmasi bahwa sebanyak 1.403 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 13.742 orang berhasil diselamatkan. Hingga saat ini, sebanyak 6.150 orang masih dinyatakan hilang, dengan 587 di antaranya merupakan warga negara asing.
Di wilayah China, tepatnya di Daerah Otonomi Xizang (Tibet), bencana ini merenggut 43 korban jiwa dan menyebabkan 519 orang hilang, termasuk 261 warga negara asing.
Bencana melanda kawasan tersebut pada 26 Agustus lalu ketika gletser di Gunung Langtang Lirung, Nepal, retak pada ketinggian 5.200 meter di atas permukaan laut.
Retakan gletser memicu longsoran es dan batuan masif yang menjelma menjadi aliran material puing berkecepatan tinggi, lalu menerjang pemukiman di sepanjang lembah perbatasan.
Aliran air banjir dan material longsor menghancurkan wilayah Distrik Rasuwa, Nuwakot, Dhading, Kavre, hingga Lembah Kathmandu di Nepal. Bencana ini juga menimbun pos perbatasan Gyirong yang berada di wilayah Xizang, China. (Pon)

