Kontradiksi Kebijakan AS: Trump Ingin Akhiri Perang, Pentagon Justru Perpanjang Penempatan Pasukan

ISTANBUL — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan tengah mempertimbangkan opsi untuk mengakhiri konflik dengan Iran, meski di sisi lain Pentagon secara senyap justru memperpanjang masa penempatan pasukan militer di kawasan Timur Tengah.

Berdasarkan laporan The Wall Street Journal (WSJ) pada Rabu, Trump telah berdiskusi dengan para penasihat senior mengenai wacana untuk mengeluarkan pernyataan resmi terkait “berakhirnya perang dengan Iran.”

Kebijakan ini didasari keyakinan bahwa tekanan ekonomi yang masif dapat memaksa Teheran untuk membongkar program nuklirnya atau meruntuhkan pemerintahan yang berkuasa.

Sebagai bentuk nyata tekanan tersebut, AS baru saja meluncurkan Operasi Economic Outcast yang menyasar berbagai sektor vital ekonomi Iran, meliputi industri minyak, pelayaran, penerbangan, perdagangan emas, teknologi, hingga aset digital.

Kendati diskusi tingkat tinggi terkait penghentian perang sedang bergulir, Pentagon tetap mengambil langkah antisipatif dengan memperpanjang kehadiran militer. Kebijakan ini mengindikasikan bahwa konflik berpotensi berlanjut hingga tahun depan.

Saat ini, militer AS mempertahankan kekuatan besar yang mencakup 50.000 personel pasukan serta 19 kapal perang. Armada tersebut meliputi dua kapal induk dan 13 kapal perusak berpeluru kendali yang disiagakan untuk memberikan fleksibilitas operasional penuh kepada sang presiden. (PON)