Aksi Heroik Polairud Polda Riau: Remaja Tenggelam di Sungai Siak Berhasil Diselamatkan dalam Waktu Tiga Menit

PEKANBARU — Aksi sigap dan heroik ditunjukkan oleh jajaran Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Riau pada Rabu sore (12/8/2026). Seorang remaja perempuan berinisial DN (18) berhasil diselamatkan dari maut setelah nekat melompat dari atas Jembatan Leighton I ke aliran Sungai Siak, Kota Pekanbaru.

Peristiwa menegangkan tersebut bermula sekitar pukul 15.00 WIB, ketika personel piket Mako Ditpolairud Polda Riau menerima laporan darurat dari warga pesisir Sungai Siak. Warga melihat seorang remaja berniat mengakhiri hidupnya dengan cara terjun ke sungai. Menanggapi situasi genting tersebut, petugas langsung bergerak tanpa buang waktu.

Wadirpolairud Polda Riau, AKBP Angga Febrian Herlambang, mengungkapkan bahwa tim langsung dikerahkan ke lokasi kejadian hanya berselang tiga menit setelah laporan diterima, yakni pada pukul 15.03 WIB, dengan menggunakan kapal patroli Shiptender 06.

Respons cepat ini berbuah manis. Tiba di bawah Jembatan Leighton I pada pukul 15.05 WIB, personel mendapati tubuh korban masih mengapung dan berjuang bertahan hidup di tengah derasnya arus Sungai Siak.

“Tanpa membuang waktu, petugas segera mendekati posisi korban dan melemparkan pelampung (life jacket) serta tali evakuasi. Dengan keahlian serta kesigapan tim di lapangan, remaja berstatus pelajar tersebut berhasil ditarik dan dievakuasi ke atas kapal Shiptender 06 dalam keadaan bernyawa,” jelas AKBP Angga, Kamis (13/8/2026).

Penanganan dan Motif Korban

Setelah berhasil dievakuasi dari sungai, korban yang masih dalam kondisi syok langsung dilarikan ke Mako Ditpolairud Polda Riau untuk mendapatkan pertolongan pertama, pemulihan, serta penanganan medis guna memastikan kondisi fisiknya tetap stabil pasca-insiden.

Dari hasil pemeriksaan dan pendalaman awal yang dilakukan kepolisian, terungkap motif di balik aksi nekat tersebut. Korban mengaku nekat melompat karena mengalami tekanan mental yang cukup berat akibat perselisihan dengan orang tuanya.

Setelah situasi dipastikan aman, serta setelah diberikan pendekatan persuasif, penanganan psikologis, dan mediasi awal oleh petugas, pihak Ditpolairud Polda Riau akhirnya menyerahkan kembali remaja tersebut kepada pihak keluarga dalam keadaan selamat dan sehat. (Alv)