Asrama Ponpes Syekh Burhanuddin Kampar Ludes Dilalap Api, Ratusan Santri Mengungsi ke Tenda Darurat

KAMPAR – Sebanyak 290 unit bilik asrama santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Syekh Burhanuddin Kuntu, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Riau, hangus terbakar pada Senin malam (10/8/2026). Meski tidak ada korban jiwa, musibah ini membuat ratusan santri kehilangan tempat tinggal dan harus dievakuasi ke tenda darurat.

Pimpinan Ponpes Syekh Burhanuddin Kuntu, Abuya Ahmad Junaidi, SH, bersyukur seluruh santri selamat dari maut. Berdasarkan keterangan pihak pesantren, insiden tersebut terjadi ketika para santri sedang melaksanakan kegiatan ibadah salat Isya berjemaah di masjid.

“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Saat kebakaran terjadi, para santri sedang melaksanakan kegiatan di masjid,” ungkap Abuya Ahmad Junaidi.

Kendati demikian, hampir seluruh barang milik santri tidak sempat diselamatkan karena material bangunan asrama yang didominasi kayu membuat api dengan cepat membesar. Pihak kepolisian memperkirakan total kerugian material akibat kebakaran ini mencapai lebih dari Rp3 miliar.

Menanggapi musibah tersebut, Bupati Kampar Ahmad Yuzar, S.Sos., MT langsung bergerak cepat meninjau lokasi kejadian sehari setelah kebakaran. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial langsung mendirikan tenda-tenda darurat di lingkungan pesantren sebagai tempat tinggal sementara bagi para santri.

Selain fasilitas hunian darurat, Pemkab Kampar juga menyalurkan berbagai kebutuhan logistik dasar. Bantuan yang diserahkan meliputi makanan siap saji, lauk-pauk, beras, kasur, selimut, tenda gulung, hingga pakaian layak pakai. Sebanyak 100 kotak hygiene kit turut dikerahkan guna menunjang kebersihan pribadi para santri.

Bupati Kampar Ahmad Yuzar menyampaikan rasa duka dan keprihatinan yang mendalam atas musibah yang menimpa salah satu pusat pendidikan Islam bersejarah di daerah tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kampar, kami menyampaikan rasa duka yang mendalam atas musibah kebakaran yang terjadi di Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin. Setiap musibah pasti ada hikmahnya. Yang terpenting saat ini adalah memastikan kebutuhan para santri terpenuhi,” ujar Ahmad Yuzar.

Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus berupaya mendampingi pihak ponpes, khususnya dalam proses pemulihan pascabencana agar aktivitas belajar mengajar dapat kembali berangsur normal.

Pihak yayasan dan pimpinan ponpes menyambut baik uluran tangan serta gerak cepat dari pemerintah daerah maupun para relawan. Abuya Ahmad Junaidi menilai kehadiran tenda darurat dan logistik bantuan sangat berarti untuk meringankan beban mental para santri yang kini harus beradaptasi dengan keterbatasan fasilitas.

Di tengah situasi yang menguji ketabahan ini, pihak pesantren berkomitmen untuk menjaga agar kegiatan harian para santri tetap berjalan. Tantangan besar kini dihadapi oleh keluarga besar Ponpes Syekh Burhanuddin untuk memikirkan langkah rehabilitasi serta pembangunan kembali asrama yang layak bagi para santri di masa mendatang. (Alv)