Usung Konsep Interaktif, Festival Literasi Riau 2026 Siap Hidupkan Ruang Kreatif Masyarakat

PEKANBARU – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Riau siap mendobrak stigma lama bahwa perpustakaan hanyalah tempat sunyi untuk meminjam buku. Melalui gelaran Festival Literasi 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 5–7 Agustus mendatang, Dispersip bertransformasi menjadi ruang belajar, berkarya, sekaligus pusat hiburan interaktif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Mengusung tema “Riau Membaca, Riau Berkarya”, festival tahunan ini akan dipusatkan di halaman Kantor Dispersip Riau, Jalan Jenderal Sudirman No. 462, Pekanbaru. Acara ini terbuka lebar untuk umum tanpa dipungut biaya.

Kepala Dispersip Riau, Indra, SE, MSi, MM, menjelaskan bahwa festival ini merupakan langkah strategis untuk membumikan budaya literasi agar lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, khususnya bagi generasi muda.

“Kami ingin menyajikan literasi dalam atmosfer yang menyenangkan. Bukan lagi sekadar membaca buku, melainkan menjadikannya wadah untuk berdiskusi, menulis, berkarya, dan berkolaborasi. Perpustakaan hari ini telah bertransformasi menjadi ruang kreatif yang inklusif,” ujar Indra, Selasa (14/7/2026).

Indra menambahkan, konsep festival tahun ini dikemas jauh lebih dinamis agar masyarakat tidak lagi memandang literasi sebagai aktivitas yang kaku dan menjemukan.

Selama tiga hari berturut-turut, pengunjung akan disuguhi beragam agenda menarik, antara lain:

  • Pameran buku dan arsip bersejarah Provinsi Riau.
  • Talkshow literasi serta diskusi dan bedah buku bersama penulis nasional.
  • Unjuk aksi literasi dari berbagai sekolah.
  • Zona edukasi anak, mulai dari lomba mewarnai tingkat TK hingga wahana permainan edukatif.
  • Panggung hiburan musik dan bazar kuliner UMKM lokal.
  • Pameran Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) serta stand komunitas/perguruan tinggi.
  • Zona MBG (Membaca Buku Gratis) dan apresiasi khusus bagi penerbit serta pemustaka terbaik.

Melalui festival ini, Indra berharap terjadi sinergi yang lebih kuat antarkomunitas literasi di Bumi Lancang Kuning, sekaligus menjadi destinasi edukasi keluarga yang hangat.

“Membangun budaya membaca tidak bisa dilakukan oleh pemerintah sendirian. Perlu gotong royong dari semua elemen. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat Riau untuk hadir bersama keluarga dan menyukseskan Festival Literasi 2026. Mari bersama-sama mewujudkan Riau yang cerdas, berdaya, dan terus berkarya,” pungkasnya. (Jes)