Diduga Korban Penyelundupan Manusia, 11 PMI yang Terdampar di Pesisir Dumai Dipulangkan ke Daerah Asal
DUMAI – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau memfasilitasi pemulangan 11 Pekerja Migran Indonesia (PMI) bermasalah yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM). Belasan pekerja migran tersebut sebelumnya berhasil diamankan oleh personel Satpolairud Polres Dumai di kawasan pesisir.
Kepala BP3MI Riau, Harold Hamonangan, mengungkapkan bahwa proses serah terima 11 PMI dari personel Satpolairud Polres Dumai kepada Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Dumai berlangsung pada Jumat (10/7/2026) menjelang tengah malam, sekitar pukul 23.50 WIB.
“Sebelas PMI tersebut diamankan menyusul informasi dan hasil penyelidikan mendalam dari Satpolairud Polres Dumai. Selanjutnya, BP3MI Riau bersama P4MI Dumai segera memberikan pendampingan serta memfasilitasi kepulangan mereka ke daerah asal masing-masing,” ujar Harold, Selasa (14/7/2026).
Sebelumnya, para pekerja migran ini ditemukan dan diamankan petugas di kawasan Pesisir Pantai Besilam Baru, tepatnya di Jalan Parit Bumi/Parit Hilir, Kelurahan Besilam Baru, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai.
Harold menjelaskan bahwa ke-11 PMI ini berasal dari lintas provinsi, meliputi Aceh, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, hingga Jawa Barat. Setelah melewati proses pendataan resmi dan penanganan kesehatan, seluruhnya dipulangkan menggunakan jalur darat.
Berikut adalah rincian rute pemulangan para PMI tersebut:
- 2 PMI asal Rokan Hilir (Riau): Dipulangkan langsung menggunakan Bus Kubu Lestari Makmur.
- 5 PMI asal Aceh: Diberangkatkan menggunakan Bus Makmur menuju Medan, Sumatera Utara, sebelum melanjutkan perjalanan ke daerah masing-masing.
- 1 PMI asal Ogan Ilir (Sumsel) & 1 PMI asal Cilacap (Jateng): Dipulangkan menggunakan Bus ALS.
- 2 PMI asal Jambi: Diberangkatkan menggunakan kombinasi armada bus dan travel menuju kampung halaman.
“Seluruh proses pemulangan kami pastikan berjalan aman dan terpantau hingga mereka bisa kembali berkumpul bersama keluarga di daerah asal,” tutup Harold. (Jes)

