LAM Kota Jambi Bawa Adat Melayu ke Gawai: Situs, Medsos, hingga Perpustakaan Digital Aktif

JAMBI – Lembaga Adat Melayu Kota Jambi mengembangkan literasi adat dan budaya Melayu berbasis digital agar mudah diakses generasi muda. Langkah ini mengantarkan LAM Kota Jambi juara 1 Apresiasi LAM se-Provinsi Jambi tiga tahun berturut-turut.

“Kita tidak cukup hanya menggelar upacara adat. Anak muda sekarang hidupnya di gawai. Makanya LAM Kota Jambi membuat situs web resmi, mengaktifkan media sosial, bahkan menyiapkan perpustakaan berbasis digital tentang budaya Melayu Jambi,” kata Ketua LAM Kota Jambi, Datuk Aswan Hidayat, Selasa (17/6/2026).

Menurut Aswan, pendekatan digital membuat sosialisasi adat Melayu lebih masuk ke dunia generasi muda. Di era serba digital, menjaga tradisi sering dianggap tabu jika bersinggungan dengan teknologi. LAM Kota Jambi membuktikan sebaliknya.

Berkat inovasi itu, LAM Kota Jambi kembali meraih Juara I Apresiasi LAM se-Provinsi Jambi 2026. Penghargaan diserahkan langsung Gubernur Jambi, Al Haris, kepada Datuk Aswan Hidayat.

Aswan menjelaskan, transformasi teknologi menjadi salah satu dari empat kriteria penilaian tim provinsi. Tiga kriteria lain: penggunaan dan pelaporan APBD yang sehat, manajemen akuntabel, serta eksistensi kultural lewat diklat budaya untuk generasi muda.Hasilnya, LAM Kota Jambi dinilai juri paling siap menghadapi perkembangan zaman.

“Tradisi dijaga di Balairung, sedangkan informasinya disebar lewat gawai,” ujarnya.

Kombinasi itu membuat Kota Jambi unggul dari 11 LAM kabupaten/kota lainnya sejak 2024.

“Pencapaian ini adalah tanggung jawab. Artinya, masyarakat percaya kita bisa menjaga adat sekaligus membawa literasi adat ke ruang digital,” tutur Datuk Aswan. (Alv)