Lalang di Antara Gandum: Tetap Setia di Tengah Dunia yang Tidak Baik-Baik Saja

Ibadah Raya Gereja Misi Injili Indonesia (GMII) Nehemia, Rejosari, Pekanbaru, pada Minggu, 14 Juni 2026, dilayani oleh Pdt. Gunawan Song, M.Th. Dalam khotbahnya, beliau menyampaikan firman Tuhan yang terambil dari Matius 13:24-30 dengan tema, “Lalang di Antara Gandum.”

Melalui perumpamaan ini, Tuhan Yesus memberikan sebuah peringatan penting kepada setiap orang percaya. Iblis senantiasa berusaha mengecoh, merayu, dan menyesatkan umat Tuhan agar menjauh dari-Nya. Karena itu, orang percaya harus selalu berjaga-jaga dan menjaga kehidupan rohaninya agar tidak terpengaruh oleh tipu daya musuh.

Dalam perumpamaan tersebut dikisahkan bahwa ketika orang-orang sedang tidur, datanglah musuh yang menaburkan lalang di antara gandum. Keadaan “sedang tidur” menggambarkan kelengahan rohani.

Ketika seseorang tidak lagi menjaga persekutuan dengan Tuhan, tidak lagi tekun berdoa, membaca firman, dan beribadah, maka ia menjadi sasaran empuk bagi serangan kuasa kegelapan. Oleh sebab itu, penting bagi setiap orang percaya untuk membangun persekutuan yang sehat, karena melalui persekutuan kita dapat saling memperhatikan, menguatkan, dan menasihati dalam kasih Tuhan.

Pdt. Gunawan Song juga mengingatkan bahwa tidak sedikit orang yang berada di gereja, tetapi tidak sungguh-sungguh memperhatikan pertobatan dan pertumbuhan rohaninya. Mereka hadir secara fisik, tetapi kurang menyadari pentingnya hidup dalam kekudusan dan ketaatan kepada Tuhan.

Lalang dipakai sebagai perumpamaan karena bentuknya sangat mirip dengan gandum. Gandum merupakan tanaman yang berguna dan menjadi sumber makanan yang penting, sedangkan lalang adalah gulma yang dapat mengganggu bahkan merusak pertumbuhan tanaman lainnya.

Demikian pula dalam kehidupan rohani, tidak semua yang tampak baik benar-benar berasal dari Tuhan. Ada pengaruh-pengaruh yang secara perlahan dapat meracuni kehidupan iman dan merusak persekutuan orang percaya.

Kuasa kegelapan sering kali bekerja secara diam-diam. Kita tidak selalu mengetahui kapan pengaruhnya mulai masuk, tetapi perlahan-lahan dapat merusak hati nurani, menggoyahkan iman, dan menjauhkan seseorang dari Tuhan.

Realitas dunia menunjukkan bahwa kebaikan dan kejahatan berjalan berdampingan. Karena itu, sebagai anak-anak Tuhan, kita harus terus bertumbuh dalam iman dan memperkuat hubungan pribadi dengan Tuhan.

Melalui perumpamaan ini, Yesus juga mengajarkan bahwa sampai akhir zaman, kebaikan dan kejahatan akan tetap hidup berdampingan.

Gandum melambangkan anak-anak Kerajaan Allah, sedangkan lalang melambangkan orang-orang yang mengikuti jalan si jahat dan menyesatkan banyak orang. Tuhan selalu menaburkan benih yang baik, yaitu mereka yang hidup dalam kebenaran dan menghasilkan buah yang memuliakan nama-Nya.

Masa penuaian yang disebutkan dalam perumpamaan ini berbicara tentang akhir zaman, saat Tuhan akan melakukan pemisahan yang sempurna. Pada waktu itulah setiap orang akan mempertanggungjawabkan hidupnya di hadapan Allah. Mereka yang hidup benar akan menerima upah kekal, sedangkan mereka yang menolak kebenaran akan menerima penghukuman.

Aplikasi firman Tuhan bagi kehidupan orang percaya adalah bahwa orang yang hidup dalam kebenaran dan orang yang melakukan kejahatan akan selalu ada di sekitar kita. Oleh karena itu, kita tidak boleh lengah. Ibadah, persekutuan, doa, dan pembacaan firman Tuhan menjadi sarana yang Tuhan berikan untuk menguatkan iman kita agar tetap berdiri teguh.

Selain itu, kita juga diingatkan bahwa sering kali sulit membedakan antara yang benar dan yang salah hanya dari penampilan luar. Ada orang yang tampak baik, tetapi sesungguhnya membawa pengaruh yang menyesatkan. Namun, Allah yang penuh kasih dan kesabaran masih memberikan kesempatan kepada manusia untuk bertobat dan kembali kepada-Nya.

Pada akhirnya akan datang hari penghakiman, ketika Tuhan memisahkan gandum dan lalang. Setiap manusia akan mempertanggungjawabkan segala perbuatan yang telah dilakukannya selama hidup di dunia. Mereka yang setia kepada Tuhan akan bercahaya seperti matahari di dalam Kerajaan Bapa, menikmati pemulihan dan kemuliaan yang kekal bersama-Nya.

Melalui firman Tuhan ini, jemaat diajak untuk merenungkan kembali kehidupan rohaninya. Apakah kita termasuk gandum yang menghasilkan buah bagi kemuliaan Tuhan, atau justru menjadi seperti lalang yang tidak membawa manfaat?

Di tengah dunia yang sedang tidak baik-baik saja, Tuhan memanggil setiap orang percaya untuk tetap setia, bertumbuh dalam iman, dan hidup sebagai anak-anak terang sampai kedatangan-Nya kembali. Selamat hari Minggu dan Tuhan Yesus memberkati. ***