Riau Dorong Layanan Kesehatan Preventif, Cakupan JKN Capai 93 Persen
PEKANBARU – Pemprov Riau memaparkan capaian dan tantangan pelayanan kesehatan kepada Komisi IX DPR RI dalam kunjungan kerja di Kantor Gubernur, Rabu (22/4/2026). Fokus utama yang disampaikan adalah pergeseran strategi dari pengobatan ke pencegahan.
Asisten I Setdaprov Riau Zulkifli Syukur mengatakan pendekatan preventif kini menjadi prioritas untuk menekan beban biaya dan meningkatkan kesehatan masyarakat.
“Kami tidak hanya berfokus pada pengobatan, tapi serius menggeser pembangunan kesehatan ke arah pencegahan. Mencegah jauh lebih efektif dibanding mengobati,” ujarnya.
Langkah nyata yang dijalankan adalah program pemeriksaan kesehatan gratis di seluruh 243 puskesmas se-Riau. Hingga akhir 2025, program ini sudah menjangkau 1,27 juta warga dari total 6,8 juta penduduk, atau sekitar 18,75 persen.
Meski capaian menunjukkan tren positif, Zulkifli mengakui masih ada kendala. Terbatasnya sistem aplikasi, ketersediaan bahan medis, serta kondisi geografis Riau yang beragam menjadi tantangan percepatan program.Di sisi jaminan kesehatan, cakupan kepesertaan JKN di Riau sudah menyentuh 93 persen. RSUD Arifin Achmad juga berperan sebagai rumah sakit rujukan utama dengan 497 tempat tidur, 209 di antaranya untuk pasien umum.
Zulkifli menambahkan persoalan klasik seperti kekurangan dokter spesialis dan belum meratanya layanan masih dihadapi. Pemprov kini mendorong peningkatan kapasitas rumah sakit tipe D agar bisa naik menjadi tipe C melalui penguatan sarana dan SDM.
“Distribusi layanan belum merata, jadi kami terus memperkuat rumah sakit daerah agar akses kesehatan masyarakat bisa lebih merata,” pungkasnya. (Alv)

