Kabut Asap Indonesia Meluas ke Asia Tenggara: Singapura Ekstrem, Timor Leste Liburkan Sekolah
SINGAPURA — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Indonesia kini memicu krisis kabut asap lintas batas di kawasan Asia Tenggara. Pada Rabu (14/10/2026), kualitas udara di wilayah barat Singapura melonjak hingga kategori ekstrem, sementara Timor Leste memutuskan meliburkan seluruh sekolah selama tiga hari demi melindungi siswa dari bahaya polusi.
Badan Lingkungan Nasional Singapura mencatat konsentrasi partikel halus PM2.5 di wilayah barat mencapai 288 mikrogram per meter kubik. Angka ini jauh melampaui ambang batas aman tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yaitu 5 mikrogram per meter kubik.
Asap tebal berasal dari kebakaran ratusan ribu hektare hutan dan perkebunan di Sumatra serta Kalimantan. Asap menyebar hingga ke negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Timor Leste, dan Filipina. Laporan Reuters menyebut karhutla tahun ini merupakan yang terparah di Indonesia dalam 11 tahun terakhir akibat tingginya intensitas kekeringan El Niño serta praktik pembukaan lahan dengan cara membakar.
Dampak parah juga dirasakan di dalam negeri. Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kebakaran lahan gambut menghanguskan hampir 300 rumah warga di permukiman yang berdiri di atas eks-kawasan lindung dan memaksa sekitar 1.000 warga mengungsi.
Wali Kota Riza Herdavid menjelaskan bahwa struktur tanah gambut membuat api membara di bawah permukaan. Ketika angin kencang berembus, kobaran api dengan cepat menyambar rumah-rumah kayu warga.
“Mereka mengira api sudah padam, padahal api masih membara di bawah permukaan lahan gambut,” ujar Riza.
Penyintas kebakaran, Leni (55), menceritakan kepanikannya saat api melahap habis rumahnya. “Rumah saya sudah tidak ada. Tidak ada yang tersisa, saya hanya sempat menyelamatkan diri dan anak-anak,” tuturnya.
Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan pengerahan upaya maksimal untuk memadamkan api. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengonfirmasi lebih dari 60.000 personel gabungan telah diterjunkan ke titik-titik api.
Namun, upaya pemadaman melalui rekayasa cuaca dan pengeboman air (water bombing) menghadapi kendala berat. Di beberapa wilayah Kalimantan, pesawat pemadam bahkan tidak dapat lepas landas akibat jarak pandang yang sangat buruk terkepung asap tebal.
Dampak kabut asap turut melumpuhkan sektor transportasi dan pendidikan di negara tetangga:
Penerbangan Lumpuh: Maskapai Malaysia, Firefly, memperpanjang pembatalan rute Kuala Lumpur–Singapura.
Bantuan Masker: Pemerintah Singapura membagikan masker N95 dan mengaktifkan subsidi medis bagi warga terdampak.
Penutupan Sekolah: Timor Leste meliburkan seluruh aktivitas sekolah selama tiga hari mulai Kamis (15/10/2026).
Agenda ASEAN: Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan mendorong pembahasan khusus terkait kabut asap lintas batas pada KTT ASEAN ke-49 di Manila bulan depan, mengingat mekanisme ASEAN saat ini belum mencakup penanganan bencana kabut asap secara komprehensif. (Pon)

