Sebut Miliki Cadangan Melimpah, Trump Klaim Eksplorasi Migas di Greenland Segera Dimulai
WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa rencana eksplorasi minyak, gas bumi (migas), dan mineral berskala besar di Greenland akan segera dimulai. Ia menyebut pulau di kawasan Kutub Utara tersebut memiliki cadangan minyak melimpah yang mudah diakses di tengah melambungnya harga energi global.
“Eksplorasi minyak, gas, dan mineral berskala besar akan segera dimulai di Greenland kami yang baru dan indah!” tulis Trump melalui akun media sosial miliknya, Truth Social.
Isu lonjakan harga energi dunia sendiri terus bertahan selama lebih dari tujuh bulan terakhir, menyusul memanasnya konflik dan perang di Iran.
Trump menambahkan, sejumlah pakar meyakini Greenland menyimpan salah satu cadangan minyak terbesar di dunia. Meski begitu, ia tidak membeberkan secara rinci data perkiraan cadangan tersebut maupun teknis pelaksanaan eksplorasi yang dimaksud.
Selain potensi sumber daya alam, Trump menekankan posisi geopolitik Greenland yang sangat strategis bagi pertahanan AS dan Eropa dari potensi ancaman militer di masa depan.
“Setiap serangan terhadap AS nantinya harus melewati Greenland, tempat sistem pertahanan kami dapat secara rutin menembak jatuh drone, rudal, atau jenis senjata lainnya. Wilayah ini memberi kami keunggulan waktu, lokasi, dan ruang pandang yang tak tertandingi di dunia,” ujar Trump.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul kesepakatan trilateral antara AS, Denmark, dan Greenland yang dicapai pada September lalu. Kesepakatan itu menyetujui perluasan kehadiran militer AS di pulau terbesar di dunia tersebut, termasuk penambahan pangkalan militer dan peningkatan kemampuan sistem pertahanan rudal.
Meski Trump menyebut Greenland sebagai “milik kami yang baru”, wilayah tersebut secara resmi tetap merupakan daerah otonom berpemerintahan sendiri di bawah Kerajaan Denmark. Kesepakatan bersama yang diteken tetap mengakui kedaulatan Denmark serta hak rakyat Greenland untuk menentukan nasib sendiri.
Sebagai catatan, Pemerintah Greenland sebenarnya telah menghentikan penerbitan izin baru untuk eksplorasi minyak dan gas sejak tahun 2021 akibat kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan perubahan iklim. Kendati demikian, izin eksplorasi yang diterbitkan sebelum aturan tersebut berlaku masih tetap diakui. (Pon)

