Hotspot Sumatera Melonjak Jadi 4.845 Titik, BMKG Imbau Riau Waspada Asap dan Cuaca Ekstrem
PEKANBARU – Jumlah titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera masih bertahan di level mengkhawatirkan. Pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Kamis (8/10/2026) pagi mencatat sebanyak 4.845 hotspot, dengan konsentrasi terbesar berada di Provinsi Sumatera Selatan.
Sumatera Selatan menjadi penyumbang terbesar dengan 3.847 titik panas. Disusul Jambi sebanyak 384 titik, Bangka Belitung 316 titik, dan Lampung 251 titik.
Untuk wilayah Provinsi Riau, terdeteksi 19 titik panas. Jumlah ini meningkat dibandingkan pemantauan sebelumnya yang mencatat 16 titik.
“Kabupaten Kuantan Singingi menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak di Riau, yakni 15 titik. Sementara Siak, Indragiri Hulu, Rokan Hilir, dan Kota Dumai masing-masing mencatat satu titik,” ujar Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yasir Prayuna.
Adapun sebaran hotspot di provinsi lainnya meliputi Bengkulu 19 titik, Sumatera Utara 5 titik, Sumatera Barat 2 titik, serta Aceh dan Kepulauan Riau masing-masing 1 titik.
BMKG memperkirakan kondisi udara di Riau masih diselimuti potensi kabut asap. Pada pagi hari, udara cenderung kabur disertai cuaca cerah berawan. Potensi udara kabur akibat asap diprediksi bertahan hingga siang, sore, dan dini hari.
Meski demikian, hujan berintensitas ringan hingga sedang diperkirakan membasahi sejumlah wilayah, seperti Rokan Hilir, Rokan Hulu, Kampar, Bengkalis, Siak, Dumai, dan Pekanbaru pada siang hingga malam hari.
BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem. Hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berpeluang terjadi di Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kampar, Bengkalis, dan Siak pada siang, sore, atau malam hari.
Secara umum, suhu udara di Riau berkisar antara 23–34 derajat Celsius dengan kelembapan 45–90 persen. Angin bertiup dari tenggara dengan kecepatan 10–40 km/jam, sedangkan tinggi gelombang laut perairan Riau tergolong rendah di kisaran 0,5–1,25 meter.
“Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan cuaca dan menjaga kesehatan, terutama saat kualitas udara menurun akibat kabut asap,” imbau Yasir. (Alv)

