Viral Blusukan Bupati Afni di Wilayah 3T Siak Pancing Atensi Istana: Wapres Gibran Kirim Tim Khusus

SIAK – Aksi blusukan Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, M.Se., ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Kampung Teluk Lanus dan Dusun Mungkal, Kabupaten Siak, Riau, mendadak menjadi sorotan nasional setelah videonya viral di berbagai platform media sosial. Video tersebut sukses menyita perhatian publik, ditonton oleh jutaan orang, dan telah dibagikan (repost) oleh lebih dari 8.400 akun.

Dampak dari viralnya video tersebut ternyata langsung menarik perhatian Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka. Hanya berselang sehari setelah konten tersebut ramai diperbincangkan, pihak Sekretariat Wakil Presiden bergerak cepat menghubungi staf Bupati Siak untuk mengoordinasikan rencana peninjauan langsung ke lapangan.

Saat dikonfirmasi, Bupati Afni membenarkan perihal kedatangan tim khusus dari pusat tersebut. Ia menyebutkan bahwa ada delapan orang utusan dari Sekretariat Wakil Presiden yang diterjunkan langsung untuk melihat kondisi riil di wilayah 3T Siak.

“Entah bagaimana caranya, tahu-tahu satu hari setelah video itu viral, staf saya dihubungi pihak Sekretariat Wakil Presiden. Mereka menyatakan video tersebut mendapat atensi langsung dari Bapak Wakil Presiden dan meminta segera menerjunkan tim,” ungkap Afni, Ahad (4/10/2026).

Meski berkomunikasi intensif hingga malam hari terkait teknis perjalanan—mengingat lokasi hanya bisa diakses menggunakan kapal sewaan yang hanya beroperasi tiga kali seminggu—Afni harus bertolak ke Jakarta bersama Ketua DPRD dan Badan Anggaran DPRD Siak. Kunjungan kerja tersebut dilakukan guna menemui Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan untuk mempertanyakan proyeksi penurunan Dana Bagi Hasil (DBH) Migas Siak tahun 2027 yang dikabarkan terpangkas hingga 70 persen. Oleh karena itu, penyambutan tim Wapres di daerah akan didampingi langsung oleh Wakil Bupati Siak, Syamsurizal.

Melalui video yang viral tersebut, Bupati perempuan pertama di Siak ini secara blak-blakan mengangkat berbagai persoalan krusial yang selama ini dihadapi masyarakat di wilayah 3T, di antaranya:

Kendala Transportasi Ekstrem: Perjalanan laut menuju Teluk Lanus dan Dusun Mungkal memakan waktu hingga enam jam dengan keterbatasan moda transportasi publik.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Belum beroperasinya dapur layanan MBG di wilayah 3T meskipun bangunannya telah tersedia.

Infrastruktur dan Layanan Dasar: Mulai dari ketiadaan akses jalan darat yang memadai, hingga minimnya fasilitas pendidikan, kesehatan, dan sektor penunjang pertanian.

Ironisnya, tantangan berat ini dihadapi oleh masyarakat di tengah status Kabupaten Siak sebagai daerah penghasil minyak, industri kehutanan, serta perkebunan sawit skala besar. Menurut Afni, paradoks ini menuntut transparansi dan perhatian serius dari pemerintah pusat.

“Di Siak ini, meskipun kami kaya sebagai penghasil minyak, sumber industri kehutanan, lalu juga sawit, masih ada wilayah 3T yang sampai hari ini belum memiliki akses jalan darat. Kita sama-sama berharap turunnya tim ini bukan cuma seremoni, tetapi betul-betul memberikan solusi konkret—seperti pengadaan kapal atau bus sekolah—untuk menyelesaikan persoalan rakyat di lapangan,” tegasnya. (Par)