Menatap Akhir Zaman dengan Pengharapan Kekal
Ibadah Raya di Gereja Misi Injili Indonesia (GMII) Nehemia, Rejosari, Pekanbaru, pada Minggu (20/9/2026) berlangsung dengan penuh khidmat dan suasana yang memberkati. Pelayanan Firman Tuhan pada ibadah kali ini disampaikan oleh Pdt. Tioma Sihotang, S.Pd.K., yang membawakan kebenaran Firman dari kitab Wahyu 21:1-5 dengan tema “Akhir Zaman dan Harapan Kekal.”
Dalam pemaparannya, Pdt. Tioma Sihotang menyoroti realitas kehidupan masa kini di mana ungkapan mengenai berbagai fenomena bencana alam, krisis, dan penderitaan kerap dikaitkan sebagai pertanda bahwa akhir zaman semakin dekat. Kerap kali, narasi tentang akhir zaman menimbulkan kecemasan dan rasa takut di dalam hati banyak orang. Namun, hamba-Nya menegaskan bahwa fokus akhir zaman bagi umat Kristen bukanlah pada dahsyatnya bencana yang terjadi, melainkan pada jaminan kehidupan kekal yang telah Allah sediakan bagi setiap orang yang percaya.
Hidup manusia di dunia ini sangatlah singkat dan fana—seperti uap yang tampak sebentar lalu lenyap. Kendati demikian, perjalanan hidup kita tidak berhenti di liang lahat. Ada masa depan yang penuh keindahan di mana tidak ada lagi air mata, ratap tangis, maupun penderitaan. Oleh karena itu, akhir zaman sejatinya bukanlah tentang menerka-nerka kapan waktu itu tiba, melainkan bagaimana kita memastikan diri telah mendapati jalan keselamatan dalam Kristus.
Meskipun hari-hari ini kita harus berhadapan dengan berbagai tekanan hidup dan perjuangan berat, umat Tuhan diingatkan untuk senantiasa menaruh harapan teguh dalam memperjuangkan iman. Di balik akhir perjalanan dunia ini, ada sukacita dan kemuliaan kekal yang menanti kita.
Guna menyikapi dan mengarungi masa akhir zaman ini, ada tiga hal penting yang perlu diperhatikan dan diterapkan oleh setiap orang percaya:
- Hiduplah dalam Pengharapan, Bukan dalam Keputusasaan
Tujuan utama hidup kita adalah untuk memuliakan nama Tuhan, sekalipun jalan yang kita tempuh kadang harus melewati lembah air mata dan penderitaan.
Pengharapan orang percaya tidak boleh disandarkan pada kekayaan, jabatan, atau hal-hal fana di dunia ini, melainkan pada janji-janji Allah yang tidak pernah berubah. Kemuliaan yang akan kita terima jauh melebihi segala penderitaan saat ini.
Pengharapan akan masa depan yang kekal seharusnya membuat kita hidup lebih bersungguh-sungguh di masa kini. Selagi masih diberi kesempatan bernapas di bumi yang sementara ini, mendekatlah kepada Allah, hiduplah dalam kebenaran, dan jagalah kesetiaan. Kesetiaan yang dituntut bukanlah kesetiaan musiman, melainkan kesetiaan yang bertahan hingga akhir perjalanan hidup kita.
- Tetap Melekat dan Taat kepada Tuhan dari Hari ke Hari
Pertumbuhan rohani dan pembentukan karakter membutuhkan proses dari hari ke hari. Tuhan Yesus sendiri memerintahkan: “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.” Jika kita tidak senantiasa melekat pada Kristus sang Pokok Anggur, kehidupan rohani kita secara perlahan akan mati.
Di tengah dunia yang terus berubah dan tidak pasti, kita memiliki pegangan yang teguh. Sebagaimana tertulis dalam Ibrani 13:8, Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya. Janji Allah adalah “Ya” dan “Amin”, dan janji itulah yang menjadi jaminan keselamatan kita.
Firman Tuhan dalam Wahyu 2:10 juga mengingatkan kita untuk tetap setia sampai mati, sebab Ia akan mengaruniakan mahkota kehidupan. Marilah kita berefleksi dan menguji diri: bagaimana kualitas hubungan personal kita dengan Tuhan saat ini?
- Hiduplah Kudus dan Menjadi Berkat bagi Sesama
Sebagai orang percaya, hidup kita dipanggil untuk menghasilkan buah yang manis dan bermanfaat bagi orang lain. Jangan menyia-nyiakan waktu dan kesempatan yang singkat ini. Merujuk pada Efesus 5:15-16, kita diajak untuk memperhatikan dengan saksama bagaimana kita hidup, mempergunakan waktu yang ada sebaik-baiknya karena hari-hari ini adalah jahat.
Jadilah terang dan pembawa berkat di mana pun Tuhan menempatkan kita—baik di keluarga, tempat kerja, maupun di tengah masyarakat. Kehidupan kita adalah “Alkitab terbuka” yang senantiasa dibaca dan dinilai oleh orang-orang di sekitar kita. Oleh sebab itu, hiduplah dengan tekun, setia, dan tidak goyah dalam melayani Tuhan, sebagaimana nasihat Rasul Paulus dalam 1 Korintus 15:58, sebab dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak pernah sia-sia. Selamat hari Minggu dan Tuhan Yesus memberkati.***

