Darurat Asap Karhutla di Pekanbaru: Kasus ISPA Melonjak Tiga Kali Lipat, Ratusan Warga Terserang Penyakit

PEKANBARU — Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Pekanbaru melonjak hingga 300 kasus per hari akibat paparan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Jumat (4/9/2026). Lonjakan signifikan ini terjadi selama masa tanggap darurat Karhutla dibandingkan kondisi normal yang rata-rata hanya berkisar pada 100 kasus harian.

Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan asap yang memicu penurunan kualitas udara. Langkah antisipasi tersebut dinilai krusial mengingat kondisi kualitas udara di wilayah Pekanbaru masih fluktuatif dari waktu ke waktu.

“Ada peningkatan kasus ISPA, ada dua kali lipat peningkatan kita hitung rata-ratanya per hari,” ujar Markarius, Jumat (4/9/2026).

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru mengonfirmasi sebanyak 706 warga terdiagnosis mengidap ISPA sejak penetapan status tanggap darurat. Selain ISPA, petugas medis mencatat puluhan kasus gangguan kesehatan lain akibat pajanan polusi udara.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi, merinci dampak kesehatan yang dikeluhkan warga meliputi:

  • Iritasi kulit: 33 kasus
  • Asma: 23 kasus
  • Konjungtivitis (iritasi mata merah): 15 kasus
  • Pneumonia: 5 kasus

Sebagian besar pasien dilaporkan menjalani perawatan secara rawat jalan di 21 Puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah Kota Pekanbaru. Fasilitas pelayanan kesehatan primer ini dikerahkan secara optimal guna menangani lonjakan pasien selama masa krisis udara.

Otoritas kesehatan terus memantau perkembangan kasus harian untuk mengantisipasi potensi eskalasi yang membutuhkan penanganan medis lanjutan. (Alv)