Titik Api Karhutla Riau Menyusut ke Tiga Kabupaten, Fokus Dilanjutkan pada Pendinginan Gambut

PEKANBARU — Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD) Riau mencatat akumulasi luas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di seluruh wilayah Provinsi Riau mencapai 18.582,90 hektare sejak awal Januari hingga September 2026.

Kepala BPBD Damkar Riau, M Edy Afrizal, merinci bahwa total tersebut tersebar di 12 kabupaten/kota dengan jumlah titik panas (hotspot) mencapai 12.677 titik dan 618 titik api (fire spot). Di tingkat regional Sumatera, total hotspot secara keseluruhan bahkan tercatat menyentuh angka 45.775 titik.

Berikut rincian luas lahan terbakar di 12 kabupaten/kota di Riau:

  • Bengkalis: 8.454,40 Ha
  • Pelalawan: 6.640,99 Ha
  • Indragiri Hilir: 1.034,02 Ha
  • Indragiri Hulu: 605,02 Ha
  • Dumai: 556,01 Ha
  • Rokan Hilir: 452,53 Ha
  • Siak: 373,06 Ha
  • Kepulauan Meranti: 217,45 Ha
  • Kampar: 141,66 Ha
  • Pekanbaru: 103,33 Ha
  • Kuantan Singingi: 69,87 Ha
  • Rokan Hulu: 33,96 Ha

Meskipun luasan akumulatif tergolong besar, kondisi penanganan saat ini menunjukkan tren positif. Titik Karhutla terpantau hanya menyisakan tiga daerah, yakni Bengkalis, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir dengan skala yang relatif kecil dan terkendali.

Kendati demikian, tim gabungan tetap menggencarkan proses pendinginan (cooling), khususnya pada wilayah bertekstur lahan gambut. Langkah ini krusial untuk memastikan tidak ada bara api tersembunyi di dalam tanah yang berpotensi memicu kembali kebakaran permukaan. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga terus dijalankan secara berkala setiap hari. (Alv)