China Sebut Proses Peradilan Maduro Tidak Sah

Beijing – Pemerintah China menyebut proses peradilan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya Cilia Flores di New York, Amerika Serikat, tidak sah. “Amerika Serikat mengabaikan status kepala negara Presiden Maduro, secara terang-terangan menuntut dan mengadilinya di pengadilan domestik,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning.

Maduro dan Flores dituduh terlibat kejahatan narkoba dan terorisme, tuduhan yang digunakan pemerintahan Trump untuk membenarkan penangkapan mereka di Caracas. Di pengadilan, Maduro menyatakan dirinya tidak bersalah atas semua tuduhan.

China menghormati kedaulatan dan kemerdekaan Venezuela dan mendukung Dewan Keamanan PBB dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional. “AS mengabaikan kekhawatiran serius komunitas internasional dan menginjak-injak kedaulatan serta hak sah Venezuela,” tambah Mao Ning.

Presiden Trump mengatakan Venezuela tidak akan menggelar pemilu baru dalam 30 hari karena AS harus “memperbaiki” negara itu terlebih dahulu. AS sedang berperang dengan pengedar narkoba, bukan Venezuela, kata Trump. (Alv)