Keselamatan oleh Anugerah: Bukti Kasih Allah yang Mengubahkan Hidup
Ibadah Raya Gereja Misi Injili Indonesia (GMII) Nehemia, Rejosari, Pekanbaru, pada Minggu, 21 Juni 2026, dilayani oleh Pdt. Tioma Sihotang, S.Pd.K. Dalam khotbahnya, beliau menyampaikan firman Tuhan yang terambil dari Efesus 2:8-10 dengan tema “Keselamatan oleh Anugerah.”
Dalam khotbahnya, Pdt. Tioma menjelaskan bahwa masih banyak orang yang memiliki pemahaman yang kurang tepat mengenai keselamatan. Sebagian orang menganggap bahwa keselamatan dapat diperoleh melalui usaha, perbuatan baik, atau kebaikan pribadi. Namun, Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa keselamatan adalah anugerah Allah yang diberikan kepada manusia yang berdosa.
Sebelum menerima keselamatan, manusia berada dalam keadaan mati secara rohani karena dosa. Tidak ada seorang pun yang mampu menyelamatkan dirinya sendiri. Oleh sebab itu, Allah mengambil inisiatif untuk menyelamatkan manusia melalui karya penebusan Yesus Kristus di kayu salib. Keselamatan sepenuhnya berasal dari kasih karunia Allah, bukan hasil usaha atau jasa manusia.
Beliau menegaskan bahwa kita sebenarnya tidak layak menerima keselamatan tersebut. Namun, karena kasih dan anugerah-Nya yang besar, Allah datang menjumpai manusia melalui Yesus Kristus. Keselamatan diberikan bukan karena manusia telah hidup benar, melainkan supaya manusia yang berdosa dapat dibenarkan dan dipulihkan oleh Tuhan.
Pdt. Tioma juga menjelaskan bahwa iman yang menyelamatkan bertumbuh di dalam hati melalui pekerjaan Roh Kudus. Karena itu, tidak ada kontribusi manusia yang dapat menjadi dasar keselamatan. Semua merupakan karya Allah semata.
Meski demikian, perbuatan baik tetap penting dalam kehidupan orang percaya. Namun, perbuatan baik bukanlah sarana untuk memperoleh keselamatan. Sebaliknya, perbuatan baik merupakan buah dari keselamatan yang telah diterima. Orang percaya melakukan kebaikan bukan untuk diselamatkan, tetapi karena telah diselamatkan oleh kasih karunia Tuhan.
“Janganlah kita menjadi sombong karena keselamatan yang kita terima bukan hasil usaha kita sendiri,” ungkapnya.
Sebaliknya, anugerah keselamatan seharusnya membuat setiap orang percaya hidup dalam kerendahan hati dan penuh rasa syukur kepada Tuhan.
Beliau juga mengingatkan bahwa anugerah bukanlah alasan untuk hidup sesuka hati atau terus-menerus berbuat dosa. Keselamatan yang sejati akan menghasilkan perubahan hidup. Allah tidak hanya menyelamatkan manusia dari hukuman dosa, tetapi juga memperbarui hidup manusia menjadi ciptaan yang baru.
Keselamatan tidak berhenti pada pengampunan dosa semata. Allah sedang membentuk kembali kehidupan yang telah rusak oleh dosa dan menuntun umat-Nya menuju masa depan yang sesuai dengan kehendak-Nya. Jika seseorang sungguh-sungguh telah menerima keselamatan, maka hidupnya akan mengalami pembaruan dan menghasilkan buah-buah kebenaran.
Lebih lanjut, Pdt. Tioma menjelaskan bahwa orang yang telah diselamatkan memiliki tugas untuk memberitakan Injil, menjadi garam dan terang dunia, serta menjadi saksi Kristus di tengah masyarakat. Tujuan hidup orang percaya bukan lagi untuk dirinya sendiri, melainkan untuk memuliakan Tuhan dan menyatakan kasih-Nya kepada sesama.
Pada bagian akhir khotbahnya, beliau menegaskan bahwa anugerah keselamatan juga menuntun setiap orang percaya masuk ke dalam rencana Allah. Tuhan telah merancang masa depan bagi setiap anak-Nya. Oleh pertolongan Roh Kudus, umat Tuhan dimampukan untuk berjalan dalam kehendak-Nya dan menggenapi tujuan hidup yang telah ditetapkan-Nya.
Melalui firman Tuhan pada Efesus 2:8-10, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.”
Untuk itu, jemaat diajak untuk semakin memahami bahwa keselamatan adalah anugerah Allah yang tidak dapat dibeli maupun diusahakan oleh manusia. Karena itu, setiap orang percaya hendaknya hidup dalam syukur, menghasilkan perbuatan baik sebagai buah keselamatan, serta setia berjalan dalam rencana Tuhan yang sempurna. Selamat hari Minggu dan Tuhan Yesus memberkati. ***

