Nadiem Makarim: Saya Diberi Nilai Kebangsaan dan Integritas oleh Orang Tua

Jakarta – Terdakwa kasus dugaan korupsi Chromebook, Nadiem Anwar Makarim, mengungkapkan dirinya dilahirkan dalam keluarga pejuang antikorupsi. Ia mengaku belajar nilai-nilai kebangsaan dan integritas dari orang tuanya.

“Saya disuruh orang tua duduk di meja makan mendengar aktivis-aktivis antikorupsi berdebat mengenai arah negara kita,” kata Nadiem saat membacakan nota keberatan (eksepsi) dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin.

Nadiem merasa beruntung karena keluarganya mampu menguliahkan dirinya ke luar negeri, namun ia selalu kembali ke Tanah Air untuk berkontribusi.

“Walaupun banyak kenyamanan yang bisa saya dapatkan saat berkarir di luar negeri, Indonesia selalu menarik daya kembali. Memang Indonesia punya banyak masalah, tetapi di dalam permasalahan itulah saya merasa bisa berkontribusi,” tuturnya.

Nadiem menerima amanah sebagai Mendikbudristek karena negara memanggil dan generasi penerus bangsa memanggil. Ia tidak ingin menutup mata terhadap krisis pendidikan yang melanda negara.

“Saya menerima amanah tersebut karena satu alasan, yaitu negara memanggil, generasi penerus bangsa memanggil. Menolak artinya menutup mata terhadap krisis pendidikan yang melanda negara kita,” ucap Nadiem.

Nadiem didakwa melakukan korupsi yang merugikan keuangan negara senilai Rp2,18 triliun terkait program digitalisasi pendidikan. Ia terancam pidana yang diatur dalam Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Juncto Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (Par)