Pakar BRIN: Sumatra Berpotensi Hadapi Cuaca Ekstrem

Jakarta – Pakar klimatologi dan perubahan iklim Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof Dr. Erma Yulihastin mengingatkan bahwa Sumatra berpotensi menghadapi cuaca ekstrem, termasuk angin dan hujan ekstrem, dalam beberapa waktu ke depan.

Menurut Erma, perubahan iklim akan berdampak signifikan di wilayah Sumatra, dengan potensi kenaikan kejadian angin ekstrem yang signifikan hingga 2040.

“Sumatra ini memang harus menjadi prioritas kita, high priority of the mitigation for the extreme weather,” ujarnya.

Erma mengatakan bahwa dinamika antara laut dan atmosfer di dekat Sumatra, termasuk di kawasan Selat Malaka dan Samudera Hindia, menjadi alasan peningkatan angin dan hujan ekstrem di wilayah tersebut.

Untuk itu, Erma mendorong langkah mitigasi menjadi prioritas, terutama di wilayah rentan di Sumatra, seperti pemulihan ekosistem, pengerukan dan pembuatan jalur air untuk mencegah banjir bandang, serta peninjauan kondisi hulu daerah aliran sungai. (Par)