AS Imbau Kapal Hindari Selat Hormuz Akibat Eskalasi Konflik yang Memanas

MOSKOW – Amerika Serikat mengeluarkan peringatan mendesak bagi kapal-kapal komersial untuk menghindari jalur pelayaran di Teluk Oman dan Selat Hormuz guna mengantisipasi gangguan serta potensi keterlambatan.

Imbauan tersebut disampaikan melalui pernyataan Komando Pusat Angkatan Laut AS yang diterbitkan oleh Pusat Informasi Maritim Gabungan, Rabu.

“Mengingat situasi geopolitik saat ini, kapal-kapal yang tidak perlu melintasi wilayah tersebut diimbau untuk tetap berada pada jarak yang cukup jauh guna menghindari keterlambatan yang tidak perlu dalam pelayaran mereka,” demikian bunyi pernyataan resmi tersebut.

Pihak komando juga meminta awak kapal agar selalu bersiap mengubah haluan atau menghentikan pelayaran sewaktu-waktu jika mendapat instruksi dari pasukan AS, serta melengkapi dokumen kapal untuk keperluan pemeriksaan.

“Kapal-kapal netral, baik yang bermuatan maupun kosong, yang berlayar di antara pelabuhan-pelabuhan netral di Teluk Oman dan Selat Hormuz dapat menjalani interogasi, pemeriksaan, dan penggeledahan untuk memastikan apakah tujuan pelayaran mereka berkaitan dengan blokade yang sedang berlangsung,” lanjut pernyataan itu.

Dampak Konflik AS–Iran terhadap Jalur Energi Global

Ketegangan di kawasan ini bermula dari aksi militer AS dan Israel yang menyerang sejumlah target di Iran, termasuk Teheran, pada akhir Februari lalu yang kemudian dibalas oleh pihak Iran.

Meskipun sempat ada penandatanganan nota kesepahaman antara Teheran dan Washington pada pertengahan Juni untuk mengakhiri permusuhan, konflik kembali berkobar akibat serangan susulan dari kedua belah pihak hingga saat ini.

Eskalasi yang terus berlanjut telah memicu blokade de facto di Selat Hormuz. Jalur vital ini merupakan urat nadi utama pengiriman minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dari negara-negara Teluk Persia menuju pasar global.

Situasi genting ini secara langsung berdampak pada volume ekspor serta produksi minyak di kawasan Timur Tengah, yang pada akhirnya turut mendorong lonjakan harga energi di pasar internasional. (Pon)